Translate

BISNIS ONLINE

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Interaktif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Interaktif. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 April 2014

Pendalaman Materi Allah Maha Kuasa

Pendalaman Materi Allah Maha Kuasa - Dalam pembelajaran, sebisa mungkin seorang peserta didik atau anak dibuat merasa nyaman dan menyenangkan. Dalam hal ini pemilihan tentang bagaimana membelajarkan anak supaya enjoy dibutuhkanlah sebuah metode yang cocok agar berkesan pada diri anak. Pada materi kali ini yaitu Pendalaman tentang Allah Maha Kuasa, anak akan diajak untuk bermain peran. Karena dengan bermain peran, banyak kecerdasan-kecerdasan anak yang akan berkembang. Langsung saja di sini tidak akan panjang lebar teman-teman langsung saja menuju ke lokasi.

Aktivitas
  • Role play (bermain peran)
Tujuan
  • Anak memahami lebih dalam tentang Allah Maha Kuasa melalui tugas role play (bermain peran) tentang kisah Nabi Idris as dan kisah seorang Yahudi yang sudah direkam anak sebelumnya (baca juga postingan: Bukti Allah Maha Kuasa).
Media
  • Kostum, telur, jarum jahit, sound system (jika diperlukan), dan hadiah (hadiah bisa berupa barang-barang yang sederhana, seperti snack, permen, alat-alat mainan, dan alat-alat gambar).
Prosedur
    Pendalaman Materi Allah Maha Kuasa
  • Orang tua mengajak anaknya dan teman-teman atau keluarga yang pernah diberikan presentasi oleh anaknya ke sebuah ruangan yang luas atau di halaman rumah. Lalu orang tua meminta anaknya beserta teman-temannya memainkan peran kisah-kisah yang sudah mereka rekam sebelumnya. Orang tua memberikan waktu kepada mereka untuk berlatih selama 10 menit. Jika jumlah teman anaknya banyak, bisa dibagi menjadi beberapa kelompok dan dilombakan. Siapa yang penampilan kelompoknya paling bagus, akan diberikan hadiah agar mereka lebih serius dan bersemangat dalam bermain peran.
  • Ketika anak-anak bermain peran, orang tua dapat memberikan penilaian. Jika memungkinkan orang tua dapat mengundang pelatih drama atau teman lain untuk menjadi juri yang akan memberikan masukan bagi penampilan anaknya agar anaknya dapat tampil semakin bagus pada masa mendatang.
  • Orang tua atau juri dapat memberikan komentar, masukan, atau penghargaan atas penampilan anaknya.
  • Orang tua menanyakan perasaan anaknya ketika role play sambil me-riview materi tentang Allah Maha Kuasa.
  • Jika memungkinkan, orang tua dapat melakukan aktivitas ini pada momen tertentu dengan mengundang teman-teman sekolah anaknya ke rumah untuk melihat anaknya bermain peran. Hal itu akan meningkatkan kepercayaan diri anak (perlu digaris bawahi bahwa undangan itu tidak berarti untuk memamerkan kemampuan role play anak, tetapi sekedar member motivasi anak agar lebih bersemangat).

Multiple Intelligences

Dengan metode tersebut, minimal ada enam kecerdasan anak yang dapat dikembangkan.
  • Kecerdasan verbal, logis, spasial, interpersonal, intrapersonal, dan kinestetik berkembang ketika anak melakukan role play.
  • Kecerdasan verbal, logis, spasial, interpersonal, dan intrapersonal berkembang ketika anak menceritakan perasaannya saat role play.

Kamis, 10 April 2014

Pendidikan Interaktif: Bukti Allah Maha Kuasa

Pendidikan Interaktif: Bukti Allah Maha Kuasa - Usia 6-12 merupakan masa yang paling penting bagi anak. Hal-hal yang dapat dipelajari pada usia tersebut akan menjadi pijakan bagi anak untuk berkembang ke tahap berikutnya. Pada kesempatan kali ini akan dipaparkan bagaimana membelajarkan anak untuk memahami pengajaran Islam tentang “Bukti Allah Maha Kuasa”. Langsung saja menuju ke TKP.

Aktivitas

Tanya Jawab, Cerita, retelling (Menceritakan kembali), dan Sharing.

Tujuan

Anak mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Anak menemukan bukti bahwa Allah memang Maha Kuasa sehingga iman yang dimiliki anak akan semakin kuat.

Media

Telur dan Jarum Jahit

Prosedur

  • Orang tua mengajak anaknya ke taman bermain sambil membawa telur dan jarum jahit.
  • Orang tua mengajak anaknya mengamati pemandangan alam di sekitar taman dalam waktu sekitar 20 menit (orang tua dapat membuat sebuah permainan yang menarik bagi anak). Setelah itu, orang tua mengeluarkan telur dan jarum jahit, lalu memberikan pertanyaan pada anak, “Nak, menurut kamu, bisa tidak Allah memasukkan dunia ke dalam telur ini? Atau bisa tidak Allah memasukkannya ke dalam lubang jarum jahit yang kecil ini?”
  • Beri kesempatan kepada anak untuk menjawab. Apapun jawabannya, orang tua jangan mengatakan dulu bahwa jawaban itu benar atau salah.
  • Perintahkan anak untuk mencari jawaban dengan mengamati segala sesuatu yang ada di luar dan di sekelilingnya. Berikan waktu sekitar 10 menit agar anak berusaha untuk mencari jawaban.
  • Setelah 10 menit, orang tua menanyakan hasil pencarian mereka tentang pertanyaan yang diberikan kepada anak.
  • Anak mencarikan hasil pencariannya, biarkan anak mengeksplorasi kemampuannya untuk menjelaskan hasil pencariannya.
  • Setelah anak memberikan jawabannya, orang tua dapat menjelaskan tentang bukti bahwa Allah Maha Kuasa melalui “Kisah Nabi Idris dan Iblis”, atau “Kisah Seorang Murid dan Seorang Yahudi”.
  • Sebaiknya orang tua menyiapkan ceritanya dalam bentuk grafik, gambar, peta, atau flipchart berwarna karena hal ini akan menarik dan memudahkan anak dalam merekam cerita. Dalam cerita, orang tua sebaiknya memerhatikan intonasi sehingga anak memiliki ketertarikan terhadap cerita.

"Kisah Nabi Idris dan Iblis"

Pada suatu hari, Iblis datang ke rumah Nabi Idris dengan maksud untuk menguji Nabi Idris a.s. Iblis pun kemudian mengetuk pintu sambil memanggil nama Nabi Idris. Pintu pun terbuka dan tampaklah Nabi Idris a.s di hadapan Iblis. Lalu, Iblis mengajukkan pertanyaan, “Bisakah Allah memasukkan dunia ke dalam telur?”.
Nabi Idris masuk ke dalam rumah dan membawa sebuah jarum jahit. Di hadapan Iblis, Nabi Idris kemudian berbicara sambil menutup salah satu matanya, sementara mata yang satunya lagi melihat ke arah lubang jarum yang dipegangnya, “Jangankan telur, ke dalam lubang jarum ini saja, Allah sanggup memasukkan dunia beserta isinya”.
Iblis pun tidak mampu berkata apa-apa lagi. Iblis pergi dengan kegagalan.
  • Setelah selesai bercerita, orang tua dapat meminta anaknya untuk menceritakan kembali kisah itu dan menanyakan hikmah yang dapat diambil dari kisah tersebut. Lalu meminta anak mengaitkan simpulannya dengan materi Allah Maha Kuasa.
  • Sharing tentang materi Allah Maha Kuasa hingga anak memiliki pemahaman yang lebih mendalam.

Multiple Intelligence

Dengan metode tersebut, minimal ada tujuh kecerdasan anak yang dapat dikembangkan.
  • Kecerdasan naturalis dan kinestetik berkembang ketika anak diajak pergi ke taman.
  • Kecerdasan logis dan spasial berkembang ketika anak merekam peristiwa.
  • Kecerdasan verbal, logis, spasial, interpersonal, intrapersonal berkembang ketika anak retelling (menceritakan kembali) kisah yang direkamnya.
Untuk mendownload cerita "Kisah Seorang Murid dan Seorang Yahudi", klik link di bawah ini.



Kamis, 03 April 2014

Pendalaman Materi Allah Maha Esa

Pendalaman Materi Allah Maha Esa - Pembaca Membumikan Pendidikan yang budiman. Pada kesempatan kali ini akan dipaparkan sekelumit tentang pendalaman materi Allah Maha Esa kepada anak. Setelah pada postingan yang lalu telah dipaparkan tentang pengenalan materi Allah Maha Esa (baca: Pendidikan Interaktif: Bukti Allah Maha Esa). Maka sekarang pendalamannya. Agar senantiasa anak menjalani hidup dan kehidupannya semakin mantap. Langsung saja kita menuju ke TKP.

Aktivitas
  • Tanya jawab, Pengamatan, dan Sharing
Tujuan
  • Anak memahami bahwa Allah Maha Esa melalui Tanya jawab
Media
  • Lapangan atau alam terbuka, mobil atau motor
Prosedur

Orang tua memberi pertanyaan-pertanyaan:
  • Apakah sekarang kamu yakin bahwa Allah itu Esa?
  • Benarkah Allah itu ada dimana-mana?
  • Jika Allah ada dimana-mana, bukankah berarti Allah itu banyak?
Biarkan anak menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Ajaklah anak berjalan-jalan ke lapangan atau kea lam terbuka pada siang hari saat ada matahari atau pada malam hari saat ada bulan.

Mintalah anak untuk mengamati matahari atau bulan.

Pendalaman Materi Allah Maha EsaKemudian, bawalah anak dengan berjalan kaki atau mengendarai mobil atau sepeda motor dan minta anak untuk tetap mengawasi matahari atau bulan selama melakukan perjalanan hingga sampai di tempat lain.

Tanyakan kepada anak, Apakah matahari atau bulan yang dilihatnya sama dengan matahari atau bulan yang dilihat di tempat sebelumnya?

Jelaskan bahwa meskipun berada di tempat yang berbeda, kita masih bisa melihat matahari dan bulan yang sama. Kapan pun dan dimana pun berada, kita bisa melihat matahari dan bulan yang sama. Mengapa demikian? Karena matahari yang kita lihat hanya ada satu dan bulan yang kita lihat hanya ada satu pula. Lalu, mengapa matahari dan bulan bisa terlihat di semua tempat yang ada di bumi. Jawabannya adalah karena matahari dan bulan memiliki ukuran yang sangat besar sehingga keduanya bisa dilihat dari tempat mana saja yang ada di bumi ini.

Jelaskan pula materi ini, bahwa Allah ada di mana-mana bukan berarti Allah itu banyak. Allah Maha Esa, yaitu tetap satu. Namun, Allah Maha Besar, begitu besarnya Allah, manusia akan merasakan bahwa Allah ada di mana-mana.

Mintalah anak untuk menjelaskan kembali materi tersebut. Dari penjelasannya, akan terlihat tingkat pemahaman yang dicapai oleh anak. Jika pemahamannya masih kurang, orang tua dapat menambahkannya.

Multiple Intelligence

Dengan metode tersebut, minimal ada tujuh kecerdasan anak yang dapat dikembangkan.
  • Kecerdasan naturalis dan kinestetis berkembang ketika anak diajak jalan-jalan ke alam terbuka.
  • Kecerdasan logis dan spasial berkembang ketika anak mengamati matahari atau bulan dan ketika mendengarkan penjelasan orang tua mengenai bukti bahwa Allah itu Esa.
  • Kecerdasan verbal, logis, spasial, interpersonal, dan intrapersonal berkembang ketika anak menjelaskan kembali materi yang diperolehnya.

Senin, 24 Maret 2014

Pendidikan Interaktif: Bukti Allah Maha Esa

Pendidikan Interaktif: Bukti Allah Maha Esa - Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang dapat dan mudah dimengerti oleh peserta didik. Oleh karena itu, salah satu cara yang mungkin efektif dalam membelajarkan anak untuk mengenal Tuhan adalah dengan mengkorelasikan realitas kehidupan dengan Keagungan Tuhan. Pada postingan sebelumnya (baca: Pendidikan Interaktik: Bukti Allah itu Ada [Wujud]) telah dipaparkan sekelumit tentang bagaimana membelajarkan anak supaya mengerti dan mengetahui bahwa Allah itu wujud dengan dua macam realitas yang ada di sekitar kehidupan anak. Tujuannya agar anak bisa memahami dan menambah kepercayaan anak terhadap adanya Sang Pencipta. Dan sekarang akan dipaparkan, setelah anak sudah bisa memahami bahwa Allah itu wujud maka pembelajaran selanjutnya adalah memaparkan tentang Bukti Allah Maha Esa kepada anak. Langsung saja menuju ke TKP.

Aktivitas

Tanya jawab, diskusi, dan menyanyi

Tujuan
  • Anak mengetahui bahwa Allah Maha Esa
  • Anak menemukan bukti bahwa Allah memang Maha Esa sehingga iman yang dimiliki anak akan semakin kuat.
 Media

Kendaraan untuk bepergian (motor, mobil atau perahu), kertas F4, pensil, pulpen, lagu “Tuhan saya satu” dan “Allah Tuhan saya”.

Prosedur
  • Orang tua mengajak anaknya menaiki kendaraan. Dalam perjalanan, orang tua dapat memasukan materi Allah MAha Esa. Orang tua dapat meminta anaknya untuk mengamati sopir kendaraan yang sedang digunakan dan menanyakan kepadanya kemungkinan kendaraan ini dikendalikan dua orang atau lebih.

  • Setelah mendengar jawaban dari anaknya, orang tua dapat menambahkan contoh-contoh lain, misalnya jika kereta api dikendalikan dua masinis adalah suatu hal yang tidak mungkin. Jika suatu kendaraan atau apapun dikendalikan oleh dua orang, akan timbul kekacauan karena keinginan dua orang tersebut tidak akan sama. Mungkin orang yang satu ingin ke kiri dan orang yang satunya lagi ingin ke kanan. Tuhan pun demikian, Allah hanya satu. Karena itulah alam ini bisa berjalan dengan teratur. Allah juga maha besar karena mampu membuat dan mengatur alam semesta ini sendirian (uraian dapat dikembangkan).
  • Orang tua meminta anaknya untuk mencari contoh sebanyak-banyaknya tentang bukti bahwa Allah Maha Esa dan menuliskannya dalam kertas selama 10 menit.
  • Setelah selesai, anak diminta menginformasikan hasil pencariannya. Orang tua dapat memberikan masukan, tambahan, pujian, dan saran kepada anak tentang informasinya.
  • Orang tua memperdalam materi tentang Allah Maha Esa.
  • Hasil pencarian anak dibingkai dengan bagus, diberi tanggal pembuatan, dan disimpan dalam ruangan hasil karya anak, lebih bagus jika disertai foto ketika anak sedang mengadakan pengamatannya.
  • Selanjutnya, orang tua mengajak anaknya menyanyikan lagu “Tuhan saya Satu”.

Tuhan Saya Satu
(Irama: Topi Saya Bundar)

Tuhan saya satu
Satu Tuhan saya
Kalau tidak satu
Bukan Tuhan saya

Allah Tuhan Saya
(Irama: Topi Saya Bundar)

Allah Tuhan saya
Tuhan saya Allah
Kalau tidak Allah
Bukan Tuhan saya

Multiple Intelligence
Dengan metode tersebut, ada delapan kecerdasan anak yang dapat dikembangkan: 
  • Kecerdasan naturalis dan kinestetis berkembang ketika anak diajak mengamati kendaraan (misalnya, perahu di laut)
  • Kecerdasan verbal, logis, spasial, interpersonal, dan intrapersonal berkembang ketika anak menjawab pertanyaan, menceritakan hasil pencarian, dan presentasi
  • Kecerdasan musical berkembang ketika anak bernyanyi bersama.

Demikian sekelumit realitas yang dapat dipaparkan. Semoga anak-anak kita menjadi anak yang teguh imannya. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca.

Sabtu, 15 Maret 2014

Pembelajaran Interaktif: Allah itu Ada atau Wujud (Pendalaman)

Pembelajaran Interaktif: Allah itu Ada atau Wujud (Pendalaman) - Setelah pada postingan "Pembelajaran Interaktif untuk Anak: Bukti Allah itu Ada (Wujud)" anak disuguhi dengan bagaimana ia belajar memahami larutnya gula dalam air yang dikorelasikan dengan keimanan bahwa Allah itu Ada, maka sekarang tinggal pendalamannya. Sehingga anak akan semakin mantap dalam hidupnya. Karena bagaimanapun, aspek keimanan adalah aspek yang paling utama. Diharapkan dengan penyampaiannya yang menarik dan real, ketika anak sudah dewasa maka akan memahami dengan sendirinya dan bisa kuat dalam menjalankan keyakinannya. Baiklah di sini tidak akan panjang lebar, kita langsung saja bagaimana pendalamannya.

Aktivitas

Simulasi, tanya jawab, dan Sharing

Tujuan

Anak memahami tentang materi Allah itu wujud melalui pengamatan, tanya jawab, dan Sharing.

Media

Kamar dan Perlengkapannya

Prosedur

Orang tua meminta anak untuk masuk ke dalam kamarnya.

Pastikan bahwa anak telah melihat setiap barang yang ada di dalam kamarnya sengan teliti.
Setelah anak melihat sekeliling kamarnya, anak diminta untuk keluar kamar beberapa saat atau bawa anak ke ruang lain dan minta ia untuk tetap di ruangan tersebut hingga beberapa saat.

Kemudian, orang tua masuk ke dalam kamar anak dan memindahkan salah satu barang atau beberapa barang.

Biarkan anak untuk masuk kembali ke dalam kamarnya dan minta ia untuk melihat apa sajakah yang telah mengalami perubahan.

Setelah anak menyebutkan beberapa barang yang berubah, tanyakanlah beberapa pertanyaan untuk anak:
  • Mengapa barang tersebut bisa pindah tempat atau berubah?
  • Apakah barang tersebut pindah sendiri?
  • Apakah kamu melihat bahwa ada seseorang yang telah memindahkan barang tersebut?
  • Mungkinkah barang tersebut pindah sendiri?
  • Mengapa kamu begitu yakin bahwa ada seseorang yang memindahkan barang tersebut?
  • Setelah anak menjawab semua pertanyaan tersebut, orang tua kemudian menjelaskan hikmah dari apa yang telah dilakukan anak.
Allah memang ghaib, yaitu tidak tampak oleh penglihatan makhluk, namun Allah ada. Keberadaan-Nya bisa kita rasakan dengan melihat segala sesuatu yang terjadi di alam ini. Jika kita melihat planet-planet yang bergerak mengelilingi matahari secara teratur, tidak mungkin planet-planet itu bergerak dengan sendirinya. Ia bisa bergerak dengan teratur karena memang ada yang menggerakkannya. Meski kita tidak melihat yang menggerakkannya, namun kita yakin bahwa ada kekuatan besar yang menggerakkannya. Manusia tidak mungkin menggerakkannya. Lalu, siapa lagi yang bisa menggerakkannya kalau bukan Allah Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu, meski kita tidak bisa melihat Allah, namun kita bisa merasakan bahwa Allah itu ada.

Orang tua meminta anak untuk membuat tulisan atau simpulan tentang materi Allah itu Wujud
 
Multiple Intelligence

Dengan metode tersebut, minimal ada tiga kecerdasan anak yang dapat dikembangkan:
  • Kecerdasan logis, spasial, dan kinestettik berkembang ketika simulasi
  • Kecerdasan verbal, logis, spasial, interpersonal, dan intrapersonal berkembang ketika anak menjawab pertanyaan dan ketika sharing
.

Senin, 10 Maret 2014

Pembelajaran Interaktif untuk Anak: Bukti Allah itu Ada (Wujud)


Pembelajaran Interaktif untuk Anak: Bukti Allah itu Ada (Wujud) - Pembelajaran tentang tauhid untuk anak-anak memang harus ditanamkan sedini mungkin. Apalagi dengan perkembangan zaman yang begitu sangat pesat sekarang. Tidak sedikit karena kurang maksimal dalam menanamkan pendidikan tauhid sedini mungkin, anak terbawa oleh arus modernisasi yang hampa akan nilai-nilai pendidikan islam. Maka, kewajiban orang tua, sekolah, lingkungan masyarakat dan pemerintahlah yang harus responsif akan keadaan pendidikan sekarang. Tauhid merupakan dasar yang harus dimiliki dan dipahami setiap anak sedini mungkin. Tentunya dengan pembelajaran yang mudah dan realistis pula agar dapat diterima.

Di bawah ini akan dipaparkan bagaimana pembelajaran interaktif tentang bukti Allah itu ada (wujud).

Aktivitas 

Simulasi, analisis, diskusi 

Tujuan 
  • Anak mengetahui bahwa Allah itu wujud/ada
  • Anak menemukan bukti bahwa Allah memang wujud/ada sehingga iman yang dimiliki anak akan semakin kuat dan mantap 
Media 

Air, gula pasir, gelas dan sendok

Prosedur
  • Ambilah sesendok air dan sesendok gula pasir
  • Masukan gula ke dalam air, lalu aduk hingga gula pasir tersebut larut
  • Ajaklah anak untuk melihat proses yang terjadi pada air dan gula pasir tersebut
  • Orang tua memberikan pertanyaan kepada anak atas simulasi yang telah dilakukan dengan beberapa pertanyaan, misalnya: Apakah gula pasir masih tetap ada dalam air yang terdapat di gelas tersebut?; Bagaimana ia bisa yakin bahwa gula masih ada dalam gelas padahal secara fisik sudah tidak terlihat lagi? [Arahkan agar anak bisa manjawab bahwa bukti gula pasir masih ada di dalam gelas tersebut adalah dengan merasakan manisnya air itu]
Jika anak sudah memberikan jawabannya, orang tua menjelaskan dengan menganalogikan simulasi tersebut dengan wujud atau keberadaan Allah.
Contoh:
  • Allah itu mamang ghaib atau tidak bisa dilihat wujudnya, namun kita bisa melihat dan merasakan keberadaan-Nya melalui segala ciptaan-Nya. Hal ini sama dengan peristiwa larutnya gula dalam air. Meskipun gula tersebut sudah tidak bisa dilihat lagi, keberadaan gula itu tetap bisa dirasakan dengan mencicipinya hingga terasa manisnya air tersebut.
Setelah anak mendengarkan penjelaskan tersebut. Ajak anak untuk memikirkan dan menyebutkan suatu benda yang tidak bisa dilihat tapi bisa dirasakan. Misalnya: udara, akal, arus listrik dan gaya gravitasi.

Multiple Intelligences

Dengan metode tersebut, minimal ada lima kecerdasan anak yang dapat dikembangkan:
  • Kecerdasan logis dan spasial berkembang ketika anak melakukan pengamatan terhadap gula yang dilarutkan dalam air dan ketika mencari contoh yang tidak terlihat, tetapi bisa dirasakan.
  • Kecerdasan verbal, logis, spasial, interpersonal, dan intrapersonal berkembang ketika berdiskusi. 
Sebagai pendalamannya baca juga Pembelajaran Interaktif: Allah itu Ada atau Wujud (Pendalaman). Terima kasih.





    Reff:

    Ariany Syurfah. "Multiple Intelligences for Islamic Teaching; Panduan Interaktif Melejitkan Kecerdasan Majemuk Amak Melalui Pengajaran Islam". Sygma Publishing. Bandung. 2009, hal. 2-3