Translate

BISNIS ONLINE

Tampilkan postingan dengan label Humanisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humanisme. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Maret 2014

Fondasi Humanisme dalam Pendidikan

Fondasi Humanisme dalam Pendidikan - Fondasi yang kuat adalah penentu kokohnya suatu bangunan. Hal itu tidak jauh berbeda dari konsep awal pendidikan. Pada zaman modern saat ini, tidak cukup hanya menekankan pentingnya pendidikan di lingkungan formal. Sebab, tak jarang muncul para generasi muda yang cerdas namun minus akan nilai-nilai Humanisme.

Mencapai nilai-nilai humanisme dalam pendidikan bukan hanya tugas guru. Nilai-nilai itu dapat mulai diaplikasikan dalam lingkup keluarga. Sebab, pendidian dalam keluarga akan sangat menentukan bagaimana karakter seorang anak terbentuk. Terbentuknya nilai-nilai humanisme sangat ditentukan oleh pola asuh orang tua. Seorang anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang keras, maka akan memiliki karakter yang keras. Demikian pula seorang anak yang dididik dalam lingkungan keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang, maka akan tumbuh menjadi pribadi yang penuh kasih.

Selanjutnya, pendidikan yang mengutamakan nilai-nilai humanisme akan sangat dirasakan kelak ketika memasuki kehidupan nyata. Yakni kehidupan di lingkungan masyarakat yang lebih luas.

Fondasi Humanisme dalam Pendidikan

Minim Aplikasi Humanisme dalam Pendidikan

Penerapan nilai humanisme di lingkup pendidikan formal di negeri ini terasa masih sangat kurang. Hasilnya, banyak orang cerdas yang "ngakunya" intelektual justru melakukan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan. KORUPSI, PENGGELAPAN PAJAK, PENYELEWENGAN APBN, adalah contoh yang seharusnya bukan menjadi bagian dari perbuatan kaum intelektual.

Saat ini, yang ditekankan adalah rasionalitas instrumental termasuk pembaruan pendidikan yang memberikan perhatian kepada administrasi, teknologi pendidikan dan efisiensi sebagai kriteria perubahan dan kemajuan. Tuntutan dan tekanan akan standar pendidikan yang terus diubah dari waktu ke waktu, bahkan kurikulum yang terus diubah tanpa didasari adanya penguasaan yang baik oleh para pendidik (baca: guru) dinilai tidak meningkatkan kualitas pendidikan.

Karena itu, pengajaran dengan menekankan nilai-nilai humanisme akan menekankan penajaman rasionalitas manusia dalam berpikir dan menyikapi kehidupan yang terjadi. Namun, butuh ketulusan dan kesabaran dalam memperjuangkannya. Aspek penting yang dapat dijadikan bahan untuk membangun fondasi pendidikan yang humanis sangatlah beragam. Dimulai dari proses mendidik yang penuh cinta dan kasih sayang. Bukan hanya mendidik karena keharusan mendidik dalam suatu profesi tertentu (misalnya guru atau dosen), tetapi menjadikan semua proses mendidik sebagai suatu bentuk ketulusan sehingga para siswa mampu merasa "DIMANUSIAKAN" selama menempuh pendidikan.




---------- Patricia Anggit Sri Harsono

Jumat, 28 Februari 2014

Prosedur Pengaplikasian Teori Belajar dalam Proses Belajar Mengajar

Prosedur Pengaplikasian Teori Belajar dalam Proses Belajar Mengajar - Dalam perkembangannya proses pembelajaran sangat beragam. Di sinilah tuntutan untuk mengetahui tentang teori-teori belajar sangat ditekankan. Karena dengan mengetahui teori-teori belajar pembelajaran akan sangat bermakna dan dapat diterima oleh otak. Juga dari hal tersebut pula akan muncul berbagai mekanisme dalam prosedur bagaimana baiknya materi pelajaran akan dihidangkan, baik dari segi metode, proses/pelaksanaan dan sebagainya. 

Manfaat Teori Belajar Bagi Guru: 

Prosedur Pengaplikasian Teori Belajar dalam Proses Belajar MengajarMembantu guru untuk memahami bagaimana siswa belajar; Membantu proses belajar lebih efektif, efisien dan produktif; Membimbing guru untuk merancang dan merencanakan proses pembelajarannya; Menjadi panduan guru untuk mengelola kelas; Membantu guru untuk mengevaluasi proses, perilaku guru sendidi serta hasil belajar siswa yang telah dicapai; dan Membantu guru dalam memberikan dukungan dan bantuan kepada siswa sehingga dapat mencapai prestasi maksimal.

Hal-Hal yang Harus Diketahui dalam Teori Belajar:

Konsep dasar teori tersebut beserta ciri dan persyaratan yang melingkupinya; Bagaimana sikap dan peran guru dalam proses pembelajaran jika teori tersebut diterapkan; Factor-faktor lingkungan (fasilitas, alat, suasana) apa yang perlu diupayakan untuk mendorong proses pembelajaran; Tahapan apa saja yang harus dilakukan guru untuk melaksanakan pembelajaran; Apa yang harus dilakukan siswa dalam proses belajarnya;

Beberapa Faktor yang Harus Dipertimbangkan Ketika Mengkritisi Teori Belajar:

Mengenali tokoh, perjalanan hidup dan proses akademik yang ditempuh serta perjuangan yang ditempuh dalam menelurkan teori belajar yang dikemukakannya; Memahami konteks generasi, situasi zaman atau tahun yang melatarbelakangi peristiwa kelahiran teori-teori belajar tersebut; dan Proses kekinian dari teori tersebut dan perkembangannya

Teori-teori belajar yang berkembang sekarang dan banyak diimplementasikan dalam pendidikan adalah Teori Belajar Behaviorisme, Teori Belajar Kognitivisme, Teori Belajar Konstruktivisme, Teori Belajar Humanisme, Teori Belajar Konectivisme dan teori yang dicanangkan oleh bapak pendidikan Indonesia yakni Teori Belajar Ki Hajar Dewantara, dimana akan dipaparkan pada postingan selanjutnya.