Translate

BISNIS ONLINE

Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 September 2014

Perasaan dan Emosional Intelegensi

Perasaan dan Emosional Intelegensi - Postingan kali ini, saya akan share makalah tentang Perasaan dan Emosional Intelegensi. Dalam beberapa redaksi yang dimaksud dengan perasaan adalah suatu pernyataan jiwa, yang sedikit banyak bersifat subjektif, untuk merasakan senang atau tidak senang dan yang tidak bergantung kepada perangsang dan alat-alat indra. Sedangkan menurut Prof. Hukstra, perasaan adalah suatu fungsi jiwa yang dapat mempertimbangkan dan mengukur sesuatu menurut rasa senang dan tidak senang.

Sementara menurut Koentjaraningrat perasaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilai sebagai keadaan positif dan negatif. Selain itu dalam pandangan Dirganusa, Perasaan (feeling) mempunyai dua arti. Di tinjau secara fisiologis, perasaan adalah pengindraan, sehingga merupakan salah satu fungsi tubuh untuk mengadakan kontak dengan dunia luar. Dalam psikologis, perasaan mempunyai fungsi menilai, yaitu penilaian terhadap sesuatu hal. Makna penilaian ini tampak misalnya “Saya rasa nanti sore hari akan hujan”.

Langsung saja, di bawah ini deskripsi BAB I Pendahuluan dalam makalah ini. Untuk bisa mendapatkan file makalah lengkapnya sahabat-sahabat bisa mendownloadnya [di sini] atau pada link download yang berada paling bawah dari postingan.
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perasaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilai sebagai keadaan positif dan negatif. Selain itu dalam pandangan Dirganusa, Perasaan (feeling) mempunyai dua arti. Di tinjau secara fisiologis, perasaan adalah pengindraan, sehingga merupakan salah satu fungsi tubuh untuk mengadakan kontak dengan dunia luar. Dalam psikologis, perasaan mempunyai fungsi menilai, yaitu penilaian terhadap sesuatu hal. Makna penilaian ini tampak misalnya “Saya rasa nanti sore hari akan hujan”. Macam-macam perasaan Menurut Max Scheler membagi perasaan menjadi empat golongan yaitu Perasaan pengindraan, Perasaan vital, Perasaan psikis, Perasaan pribadi, dan menurut W. Stren mengadakan pembagian perasaan sebagai berikut: Perasaan yang bersangkutan dengan masa kini, Perasaan yang bersangkutan dengan masa lampau, Perasaan yang bersangkutan dengan masa yang akan datang, Sedangkan menurut Drs. Agus Sujanto membagi rumpun perasaan sebagai berikut: Perasaan rendah (biologis), Perasaan luhur (rohani).

Kata “emosi” diturunkan dari kata bahasa Perancis, emotion. Emosi adalah suatu perasaan ingin melebihi dari sifat individu terhadap suatu objek sehingga cendrung berupaya untuk mengekpresikan dan mengaplikasikannya. Macam-Macam Emosi takut, Khawatir, Marah, Sebal, Frustrasi, Cemburu, Iri Hati, Dukacita, Afeksi atau Sayang, Bahagia.
 
Perasaan dan Emosional Intelegensi
PERASAAN & EMOSIONAL

Intelegensi adalah kemampuan seseorang berfikir untuk memahami sesuatu dengan akal pikiran. Menurut arah atau hasilnya intelegensi ada dua macam: Intelegensi praktis, intelegensi teoritis. Jadi  Emosional Intelegensi adalah kemampuan untuk menyeimbangkan pikiran dengan perasaan sehingga hubungan antar individu bisa terkendali. Emosional intelegensi menunjuk kepada suatu kemampuan untuk memahami perasaan diri masing-masing dan perasaan orang lain, kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan menata dengan baik emosi-emosi yang muncul dalam dirinya dan dalam berhubungan dengan orang lain.

B. Rumusan Masalah
  • Bagaimana pengertian perasaan?
  • Apakah macam-macam perasaan?
  • Bagaimana definisi emosional intelegensi?
C. Tujuan
  • Mengetahui pengertian perasaan
  • Mengetahui macam-macam perasaan
  • Mengetahui apa yang dimaksud emosional intelegensi

Demikianlah makalah tentang Perasaan dan Emosional Intelegensi ini. Silahkan pembaca bisa mendownloadnya di bawah ini. Semoga bermanfaat.







Rabu, 10 September 2014

Pendidikan Karakter Anak Bangsa

Pendidikan Karakter Anak Bangsa - Kali ini saya akan share makalah tentang Pendidikan Karakter Anak Bangsa. Bahwa karakter/budi pekerti bangsa adalah hal yang unik yang khas yang menjadi unsur pembeda antara bangsa yang satu dengan bangsa lain yang merupakan perpaduan karakter/budi pekerti dari seluruh warga negaranya. Pendidikan Karakter/Budi Pekerti dapat dimaknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan, baik memelihara apa yang baik dan mewujudkan dan menebarkan kebaikan kedalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati.

Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. baik terhadap tuhan yang maha esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan.

Menurut Dr. Martin Luther King, yakni;
Intelligence plus character…. That is the goal of true education (kecerdasan yang berkarakter …..adalah tujuan akhir pendidikan yang sebenarnya).
Di bawah ini sebagai gambaran tentang makalah ini saya postingkan BAB I yaitu Pendahuluan. Silahkan sahabat-sahabat bisa mendownload makalah lengkapnya [di sini] atau pada link download yang berada dipaling bawah postingan.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Istilah karakter dipakai secara khusus dalam konteks pendidikan baru muncul pada akhir abad ke-18, dan untuk pertama kalinya dicetuskan oleh pedagog Jerman F.W. Foerster. Terminologi ini mengacu pada sebuah pendekatan idealis spiritual dalam pendidikan yang jug adikenal dengan normatif. Yang menjadi prioritas adalah nilai-nilai transeden yang dipercaya sebagai penggerak sejarah, baik bagi individu maupun bagi sebuah perubahan sosial.

Namun, sebenarnya pendidikan karakter telah lama menjadi bagian inti sejarah pendidikan itu sendiri. Lahirnya pendidikan bisa dikatakan sebagai sebuah usaha untuk menghidupkan kembali padagogi ideal spiritual yang sempat hilang diterjang gelombang positivisme yang dipelopori oleh filsuf Prancis Auguste comte. Forester menolak gagasan yang meredusir pengalaman manusia pada sekadar bentuk murni hidup ilmiah.

Pendidikan Karakter Anak BangsaGagasan pembangunan bangsa unggul sebenarnya telah ada sejak kemerdekaan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Presiden soekarno menyatakan perlunya nation and character building sebagai bagian integral dari pembangunan bangsa. Beliau menyadari bahwa karakter suatu bangsa yang kuat berperan besar dalam mencapai tingkat keberhasilan dan kemajuan bangsa.

Namun sungguh memprihatinkan kondisi bangsa dan Negara pada era globalisasi ini. Nilai-nilai luhur yang tinggi yang bermuatan etika atau akhlak atau budi pekerti yang diwariskan oleh nenek moyang hancur begitu saja ketika disiram oleh global dan dibawa pula oleh arus global yang amat laju. Nilai-nilai luhur yang diwariskan melalui budaya, dituangkan dalam sisa-sisa pancasila dan penjabarannya yang dijiwai oleh nilai-nilai luhur agama tampaknya kurang memberi bekas dalam kepribadian anak bangsa.

Pentingnya pembangunan karakter/budi pekerti bangsa telah disadari oleh pemerintah. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025, dan instruksi presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2010 tentang Pencepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010 merupakan dasar Hukum yang penting bahwa pemerintah sangat serius untuk membangun karakter/budi pekerti bangsa. Pemerintah sekarang bertekad membangunkan karakter/budi pekerti bangsa sebagai salah satu fokus utama pembangunan nasional.

B. Rumusan Masalah
  • Apa definisi Pendidikan karakter?
  • Sebutkan tujuan dan fungsi pendidikan karakter?
  • Bagaimana membangun karakter anak bangsa menjadi kreatif?
  • Bagaimana pendidikan karakter melalui pendidikan informal, formal, dan non-formal?
  • Bagaimana Langkah Pemerintah dalam Pembangunan Karakter?
  • Bagaimana Inspirasi Paradigma pendidikan karakter?
C. Tujuan Penulisan
  • Untuk Mengetahui definisi pendidikan karakter
  • Untuk Mengetahui tujuan dan fungsi pendidikan karakter
  • Untuk Mengetahui pembangunan karakter anak bangsa menjadi kreatif
  • Untuk Mengetahui pendidikan karakter melalui pendidikan informal, formal, dan non-formal
  • Untuk Mengetahui Langkah Pemerintah dalam Pembangunan Karakter
  • Untuk Mengetahui Inspirasi Paradigma pendidikan karakter
Demikianlah makalah tentang Pendidikan Karakter Anak Bangsa ini. Semoga bermanfaat.






Selasa, 02 September 2014

Kurikulum Pendidikan Islam

Kurikulum Pendidikan Islam - Pengetahuan terus berkembang dan pendidikan semakin kompleks untuk memenuhi keperluan masyarakat dan negara. Kemajuan yang sentiasa dicapai dalam bidang pendidikan telah menyebabkan berubahnya konsep pendidikan dalam sebuah negara dari  masa ke masa.  Untuk  mengimbangi perubahan konsep pendidikan, maka apa yang berlaku di dalam proses pendidikan juga perlu diubah agar pelajar dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan. Selaras  dengan  perkembangan  ini,  maka  definisi  kurikulum  juga  turut berubah.

Kurikulum Pendidikan IslamBerbagai-bagai definisi kurikulum telah dikemukakan oleh para pendidik, tokoh-tokoh ilmuan dan para sarjana dari berbagai bangsa. Ada pengertian yang sangat luas dan sebaliknya terdapat pengertian yang sempit. Perkataan kurikulum berasal dari bahasa Latin yang luas digunakan oleh bangsa Yunani. "Curriculum" dalam bahasa Latin bermaksud ‘Luang tempat pembelajaran berlaku’ (Sharifah Alwiah Alsagoff,1986). Walaupun terdapat berbagai-bagai definisi untuk kurikulum, namun hampir semua makna, atau pengertian kurikulum dari definisi-definisi itu akan kembali ke pengertian asal, iaitu satu rancangan pengajian (Sharifah Alwiah Alsagoff,1986). 

Di bawah ini bisa sahabat-sahabat baca Bab I Pendahuluan yang berisi latar belakang dan rumusan masalahnya. Sahabat bisa mendapatkan makalah  lengkapnya dengan cara mendownloadnya [di sini] atau pada link "download" paling bawah postingan.


BAB I 
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan satu aspek yang penting di dalam kehidupan setiap individu.  Pendidikan  bermula  sejak  seorang  itu  dilahirkan  sehinggalah  ia menemui ajalnya. Pendidikan bagi manusia meliputi aspek jasmani,rohani, akal dan sosial. “Manusia mendidik anaknya supaya badannya sehat dan kuat, akalnya waras dan cerdas, rohaninya luhur dan berbudi pekerti tinggi, tahu bermasyarakat dan menyesuaikan diri dalam kelompoknya” (Musa bin Daia,1986). Di antara pendidikan yang paling penting bagi setiap manusia ialah pendidikan Islam. Pendidikan Islam adalah pendidikan yang melatih kepekaan (sensibility) para peserta didik sedemikian rupa sehingga sikap hidup dan peri-laku, juga keputusan dan pendekatannya kepada semua jenis pengetahuan dikuasai oleh perasaan mendalam nilai-nilai etik dan spiritual Islam. Mereka dilatih dan mentalnya didisiplinkan, sehingga mereka mencari pengetahuan tidak  sekadar untuk memuaskan keingin-tahuan intelektual atau hanya untuk keuntungan dunia material belaka, tetapi juga untuk mengembangkan diri sebagai makhluk rasional dan saleh yang kelak dapat memberikan kesejahteraan fisik, moral dan spiritual bagi keluarga, masyarakat dan umat manusia (Syed Sajjad Husain & Syed Ali Ashraf, 2000).

Dalam konteks Negara Brunei Darussalam, pihak kerajaan amat mementingkan  pendidikan Islam. Pendidikan Islam mula diberikan kepada kanak-kanak sejak mereka berada di peringkat prasekolah hinggalah ke universiti. Untuk menanamkan ajaran-ajaran Islam di kalangan pelajar-pelajar dengan lebih berkesan, maka satu kurikulum yang lengkap, kemas dan tersusun rapi serta berkesinambungan amatlah diperlukan. Oleh itu di dalam rencana ini penulis akan menerangkan mengenai kurikulum yang berkaitan dengan pendidikan Islam. Kurikulum pendidikan Islam yang dimaksudkan di sini tidak terbatas setakat mempelajari mata pelajaran pengetahuan agama Islam saja sebagaimana kefahaman kebanyakkan masyarakat hari ini. Tetapi pendidikan Islam itu sebenarnya mempunyai skop jangkauan yang lebih luas meliputi semua cabang ilmu pengetahuan yang dibenarkan oleh agama Islam.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang  di atas,  maka  dapat  dirumuskan beberapa masalah, antara lain:
  • Apa definisi Kurikulum Pendidikan Islam?
  • Apa materi pokok dalam Kurikulum Pendidikan Islam?
  • Bagaimana cara penyusunan Kurikulum Pendidikan Islam?

Semoga dengan adanya makalah tentang Kurikulum Pendidikan Islam ini, sahabat-sahabat bisa lebih tahu dan mendapat bahan referensi untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliah atau sejenisnya dan tentunya dapat bermanfaat.






Senin, 01 September 2014

Aktivitas Belajar dan Faktor yang Mempengaruhinya

Aktivitas Belajar dan Faktor yang Mempengaruhi - Pada kesempatan kali ini, saya akan share makalah tentang "Aktivitas Belajar dan Faktor yang Mempengaruhinya". Bahwa keaktifan siswa selama proses belajar mengajar merupakan salah satu indikator adanya keinginan atau motivasi siswa untuk belajar. Siswa dikatakan memiliki keaktifan apabila ditemukan ciri-ciri perilaku seperti sering bertanya kepada guru atau siswa lain, mau mengerjakan tugas yang diberikan guru, mampu menjawab pertanyaan, senang diberi tugas belajar, dan lain sebagainya.

Aktivitas Belajar dan Faktor yang MempengaruhinyaSeorang pakar pendidikan, Trinandita (1984) menyatakan bahwa hal yang paling mendasar yang dituntut dalam proses pembelajaran adalah keaktifan siswa. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran akan menyebabkan interaksi yang tinggi antara guru dengan siswa ataupun dengan siswa itu sendiri. Hal ini akan mengakibatkan suasana kelas menjadi segar dan kondusif, dimana masing-masing siswa dapat melibatkan kemampuannya semaksimal mungkin. Aktivitas yang timbul dari siswa akan mengakibatkan pula terbentuknya pengetahuan dan keterampilan yang akan mengarah pada peningkatan prestasi.

Ok lah saya tidak akan panjang lebar, di bawah ini saya hanya menampilkan deskripsi pada Bab I yaitu Pendahuluan, sedangkan untuk Bab-Bab selanjutnya atau makalah lengkapnya sahabat-sahabat bisa mendownloadnya [di sini] atau pada link paling bawah.

BAB I 
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Psikologi merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang membahas mengenai masalah kejiwaan manusia. Dalam dunia pendidikan, ilmu psikologi ini digunakan untuk membantu mengenali jiwa anak didik dari tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotor agar dalam proses belajar mengajar semakin lancar. Hubungan psikologi dengan pendidikan dan pembelajaran sangat erat sekali, karena dengan mempelajari ilmu kejiwaan seorang guru dapat memberikan pendidikan dan pembelajaran sesuai dengan perkembangan peserta didik. Artinya, psikologi digunakan sebagai pedoman dalam memberikan materi pendidikan dan pembelajaran. Sehingga yang menjadi tujuan dalam pendidikan dan pembelajaran akan mudah tercapai.

Adanya perubahan paradigma pendidikan saat ini menuntut adanya perubahan proses pembelajaran di dalam kelas. Peran guru saat ini diarahkan untuk  menjadi  fasilitator  yang  dapat  membantu  siswa  dalam  belajar,  bukan sekedar menyampaikan materi saja. Guru harus mampu melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajara secara optimal. Menurut Rusman (2011: 323) pembelajaran akan lebih bermakna jika siswa diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam berbagai aktivitas kegiatan pembelajaran, sehingga siswa mampu mengaktualisasikan kemampuannya di dalam dan di luar kelas.

Tugas utama seorang guru adalah membelajarkan siswa. Hal ini berarti bahwa bila guru mengajar, maka diharapkan siswa mampu mengikuti kegiatan pembelajaran tersebut dalam arti lain siswa ikut berperan aktif. Sebagai guru yang professional, hendaknya guru memilih metode dan media yang tepat untuk digunakan anak dalam belajar. Guru juga harus mengerti segala aktivitas yang dilakukan muridnya karena sebagian besar waktu seorang guru adalah bersama muridnya. Jika ada aktivitas belajar anak yang kurang sesuai guru mengarahkan dan membimbing siswanya kepada aktivitas belajar yang dikehendaki.

Seorang guru juga harus tahu apa keinginan siswanya dan faktor-faktor apa  saja  yang  dapat  mempengaruhi  anak  dalam  aktivitas  belajarnya. Karena dengan demikian, guru dapat menyusun strategi yang tepat untuk pembelajarannya dan secara otomatis apa yang menjadi tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal. Oleh karena itu, dalam makalah ini dipaparkan secara jelas mengenai segala aktivitas tentang belajar serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.

B. Rumusan Masalah
Apakah pengertian dari aktivitas belajar?
Apakah yang termasuk dalam aktivitas belajar?
Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi aktivitas belajar?
C. Tujuan Penulisan
Menjelaskan pengertian dari aktivitas belajar.
Mengkualifikasikan beberapa aktivitas belajar.
Memaparkan faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas belajar.

Demikianlah makalah tentang Aktivitas Belajar dan Faktor yang Mempengaruhinya, semoga dengan adanya makalah ini bisa membantu sahabat-sahabat dan tentunya bisa menambah wawasan tentang belajar.







Senin, 25 Agustus 2014

Perkembangan Manusia dalam Perspektif Aliah B. Purwakania

Perkembangan Manusia dalam Perspektif Aliah B. Purwakania - Aliah B. Purwakania Hasan, lahir di Purwakarta tanggal 30 Agustus 1968. Anak pertama dari pasangan bapak A. Ayyi Hasan (Alm.) dan Ibu Lisma, karena ayahnya seorang dokter maka tempat tinggalnya mengikuti ayahnya bertugas, sejak usia 2 tahun keluarganya pindah ke Tasikmalaya Jawa Barat, kemudian pada saat usia 8 tahun pindah lagi ke Padang Sumatra Barat sampai tumbuh remaja.

Menurut Aliah B. Purwakania, perkembangan menunjukkan adanya tahapan pola, prinsip, aspek dan faktor yang terlibat dalam perkembangan manusia.  Perkembangan manusia dari perspektif Islam mencakup perjalanan perkembangan kehidupan manusia yang dimulai dari kelahiran, bayi, anak-anak, remaja, dewasa dan usia lanjut sebagai makhluk Allah SWT yang memiliki tugas trasendetal yakni sebagai khalifah di muka bumi sampai pada kelanjutan kehidupan ini dengan kehidupan pasca kematian.



Sedikit di sini saya deskripsikan dalam pendahuluan isi makalah yang akan dibahas dan menjadi titik tekan pembahasannya. Sedangkan untuk mendownload makalah lengkapnya pada link paling bawah.

PERKEMBANGAN MANUSIA 
(Kajian Tokoh Psikologi Perkembangan Islam; Aliah B. Purwakania)

A. Pendahuluan
  • Latar Belakang
Dalam psikologi modern tingkah laku manusia dikaji dan diperlakukan dengan sudut pandang materialistik barat. Melalui cara ini manusia dipandang sebagai mahluk materi, sedangkan spiritualitas dan komponen didalamnya kurang diperhatikan atau bahkan diabaikan sepenuhnya. Sebaliknya dalam pandangan Islam, manusia dan segala mahluk yang ada merupakan mahluk ciptaan Allah SWT. Dalam cara pandang Islam manusia diciptakan terdiri dari dua komponen yaitu materi dan spirit. Manusia harus berusaha agar kedua komponen itu berjalan secara seimbang.

Dengan demikian, terdapat dua perbedan besar antara pola kehidupan Islam dan barat. Pola dan proses perkembangan, khususnya moral, emosional, dan social memiliki sisi perbedaan yang sangat fundamental. Perbedaan fundamental dalam cara pandang kedua dunia ini, yang kemudian mempengaruhi pola asuh dan cara merawat anak dalam dua budaya ini, menunjukkan dua perbedaan yang tidak mudah disatukan.

Atas dasar alasan tersebut, terdapat kebutuhan yang mendesak untuk mengambangkan psikologi perkembangan dalam perspektif Islami yang paradigma, prinsip, metedologi dan kerangka konseptual atau teoritik harus bertolak dari cara pandang Islam. Yang dalam hal ini akan membahas tentang tokoh Islam yaitu Aliah B Purwakania.
  • Rumusan Masalah
Bagaimana profil Aliah B. Purwakania?
Bagaimana perkembangan manusia menurut Aliah B. Purwakania?
Bagaimana konsep kematian dan kehidupan setelah mati?
Demikian makalah tentang Perkembangan Manusia dalam Perspektif Aliah B. Purwakania ini. Tidak menutup kemungkinan terdapat beberapa sub-sub pokok bahasan yang masih kurang, sahabat-sahabat bisa menambahkannya. Semoga bisa membantu dan dapat membuka wawasan kita.









Sabtu, 23 Agustus 2014

Pemanfaatan E-Learning dalam Proses Pembelajaran

Pemanfaatan E-Learning dalam Proses Pembelajaran - E-learning dalam arti luas bisa mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal. E-learning secara formal misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan yang memang bergerak dibidang penyediaan jasa e-learning untuk umum.

Pemanfaatan E-Learning dalam Proses Pembelajaran

Banyak pakar yang menguraikan definisi E-Learning dari berbagai sudut pandang. Definisi yang sering digunakan oleh banyak pihak adalah sebagai berikut:
  • E-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet atau media jaringan komputer lain.
  • E-learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer, maupun komputer standalone.
Seperti biasa dalam postingan makalah ini, saya hanya menampilkan deskripsi pada BAB Pendahuluan saja. Untuk bisa melihat makalah Pemanfaatan E-Learning dalam Proses Pembelajaran secara lengkap, sahabat-sahabat bisa mendownloadnya [di sini] atau pada link download paling bawah.


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dewasa ini sudah banyak media pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), karena di Era Globalisasi ini Internet  merupakan media yang sangat cepat dalam perkembangannya. Semua Informasi ada dan tersedia di Internet serta dapat diakses oleh siapa saja dengan mudah, fleksibel ,cepat dan akurat. Hal inilah yang melandasi adanya ide untuk memanfaatkan Internet sebagai media pembelajaran dalam rangka memajukan pendidikan di Indonesia.

Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi melalui media internet, maka munculah inovasi baru dalam pembelajaran berbasis komputer. Inovasi tersebut sekarang dikenal dengan nama E-Learning. Istilah E– Learning merupakan gabungan dari dua kata yaitu E yang merupakan singkatan dari Electronic (Elektronik) dan Learning (Belajar). Jadi E– Learning adalah Belajar dengan menggunakan bantuan alat Elektronik. Lebih jelasnya E-Learning adalah suatu proses belajar mengajar antara pengajar dengan muridnya tanpa harus bertatap muka satu sama lain. Hal itu dikarenakan bantuan alat elektronik yang terkoneksi dengan Internet sehingga siswa dapat belajar di manapun dan kapanpun tanpa harus datang ke kampus atau ke sekolah.

E–learning atau proses pembelajaran dengan media elektronik terutama internet, saat ini dianggap dapat menjadi solusi pendidikan bagi siswa yang tidak dapat hadir secara fisik ke setiap perkuliahan atau pembelajaran. Namun siswa tersebut mempunyai niat untuk melakukan pembelajaran dengan baik agar dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

B. Rumusan Masalah
  • Bagaimana pengertian E-learning?
  • Bagaimana karakteristik E-learning?
  • Bagaimana kelebihan dan kekurangan E-learning?

Dengan adanya postingan makalah tentang Pemanfaatan E-Learning dalam Proses Pembelajaran mudah-mudahan bisa membantu sahabat-sahabat dan dapat menambah wawasan. Sahabat-sahabat juga bisa menambahkan point-point dalam makalah ini yang kiranya masih kurang sempurna. Terakhir sahabat bisa mendownload makalah ini pada link download di bawah ini.





Kamis, 21 Agustus 2014

Masyarakat Edukatif dalam Perspektif Islam

Masyarakat Edukatif dalam Perspektif Islam - Di dalam masyarakat setiap individu akan menjalani kehidupan yang sesungguhnya atas apa yang telah diperoleh dari lembaga-lembaga pendidikan. Berbagai macam konflik social akan muncul dalam masyarakat. Ini menuntut adanya saling tolong menolong, tenggang rasa, toleransi dan sebagainya. Kebutuhan individu akan orang lain mengakibatkan terjalinnya suatu interaksi. Di sinilah maka akhlak sebagai prinsip islam akan berperan.
Masyarakat Edukatif dalam Perspektif Islam
Masyarakat edukatif dapat dilihat ketika tercipta hubungan saling tolong menolong dalam masyarakat tersebut. Apabila orang yang berbuat baik dan dalam takwa kepada Allah, maka harus kita bantu dan kita dukung. Dukungan tersebut merupakan sugesti dan dorongan semangat, yang secara tidak langsung dari perspektif pendidikan termasuk mengembangkan daya kreasi dan kemampuannya untuk dapat mempersembahkan baktinya kepada Allah Swt yang berguna untuk masyarakat dan dirinya.

Di bawah ini adalah deskripsi pada bagian pendahuluan. Bagian Isi dan Kesimpulannya atau makalah lengkapnya bisa sahabat-sahabat mendownloadnya [di sini] atau pada link download paling bawah.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Islam tidak menetapkan bentuk negara untuk manusia, tetapi Islam lebih mendorong manusia untuk membentuk suatu masyarakat (society). Ahmad Muhammad Jamal dalam bukunya fikrah al-Daulah fi al-Islam mengatakan  bahwa Islam tidak menyusun bentuk negara yang jelas, tidak pula menyebutkan rinciannya. Agama Islam hanya meletakkan beberapa prinsip dasar yang bersifat umum tanpa  dibatasi oleh ruang maupun waktu. Demikian pula yang dikatakan Qomaruddin Khan dalam al-Mawardi’s Theory of the State berpendapat, tujuan al-Quran bukanlah menciptakan  sebuah negara, melainkan sebuah masyarakat. Tidak ada bentuk negara baku dalam Islam membawa hikmah sendiri. Jika di dalammnya  terbentuk sebuah masyarakat Qurani, maka itu pun sudah merupakan tanda-tanda negara Islam. Dengan tidak adanya penjelasan rinci merupakan rahmat besar bagi kaum muslim, karena hal ini memungkinkan Islam untuk mengikuti kemajuan  jaman dan  menyesuaiakan diri  terhadap  kondisi dan lingkungan baru.

Terbentuk negara Islam merupakan derivasi dari kesadaran masyarakat membangun masyarakat yang bertumpu pada pilar-pilar tauhid. Maka dalam Islam terbentuknya negara Islam berawal dari terbentuknya karakter “tauhidi” masyarakat lebih dulu. Menurut Ismail al-Faruqi dalam the Nature of Ummah, yang berjudul Tauhid;Its Implications for Thought and Life mengatakan bahwa iman, syariah, ibadah dan akhlaq meruapakan unsur kemasyarakatan. Sedangkan keimanan menjadi indentitas masyarakat Islam secara universal dan diakui khususannya. Bila masyarakat tidak mencerminkan nilai-nilai Islam maka akan sulit menjadikan masyarakat maju secara utuh.

Kita sadar bahwa membangun masyarakat akan selalu berhubungan dengan personalnya, karena baik dan buruknya pribadi seseorang akan mempengaruhi kehidupan sosialnya, sebagaimana baik dan buruknya suatu masyarakat atau lingkungan memiliki peran dalam setiap individunya. Islam telah memberikan kepada setiap insan jiwa yang merdeka, dan menjadikannya sebagai bagian terpenting dari sebuah masyarakat, maka setiap manusia memiliki sifat sosial di tempat dia hidup, karena itu setiap insan tidak bisa hidup di luar area dari suatu masyarakat karena dirinya pasti membutuhkan bantuan orang lain.

B. Rumusan Masalah
  • Bagaimana definisi masyarakat Islami?
  • Apakah prinsip-prinsip masyarakat Islami?
  • Apa saja komponen-komponen masyarakat Islami?
  • Bagaimana masyarakat edukatif dalam perspektif islam?


Semoga dengan adanya makalah tentang Masyarakat Edukatif dalam Perspektif Islam ini bisa membuka wawasan sahabat-sahabat dan juga tidak menutup kemungkinan dalam susunan makalah ini masih terdapat kekurangan tentunya saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Sehingga dalam pembuatan makalah dan share selanjutnya bisa lebih baik. Terakhir mudah-mudahan bermanfaat dan bisa menjadi salah satu bahan bacaan yang menarik.

Untuk mendownload makalah secara lengkap, sahabat bisa mendownloadnya dengan klik link "Download" di bawah ini.







 

Senin, 18 Agustus 2014

Kecerdasan IESQ; Konsep dan Implementasinya bagi Optimalisasi Perkembangan Peserta Didik

Kecerdasan IESQ; Konsep dan Implementasinya bagi Optimalisasi Perkembangan Peserta Didik - Konsep tentang Emotional Spiritual Quotient (Kecerdasan Emosional dan Spiritual) adalah sebuah konsep yang pertama kali dikembangkan oleh Ary Ginanjar Agustian. Bila ESQ adalah suatu perangkat spiritual engineering dalam hal pengembangan karakter dan kepribadian yang digagas berdasarkan nilai-nilai rukun iman, rukun Islam, dan ihsan, yang diharapkan pada muaranya akan menghasilkan manusia-manusia unggul dan berkualitas di sektor emosi dan spiritual yang pada gilirannya sanggup mengeksplorasi dan menginternalisasi kekayaan ruh, pikiran, dan fisik dan hidupnya secara optimal, maka IESQ menggabungkan seluruh kelengkapan kecerdasan yang diberikan kepada manusia.

Dewasa ini seorang guru dituntut agar dapat menyampaikan pembelajaran terintegrasi dengan tidak melupakan keempat komponen. Pembelajaran terintegrasi merupakan pembelajaran yang mengintegrasikan materi ajar dengan kompetensi terintegrasi (life skill, soft skill, reeligiulitas, budi pekerti, dll). Kita dapat menyebutnya sebagai pembelajaran yang memadukan antara IQ, EQ, dan SQ.

Di bawah ini adalah deskripsi pada bagian pendahuluan. Bagian Isi dan Kesimpulannya atau makalah lengkapnya bisa sahabat-sahabat mendownloadnya [di sini] atau pada link download paling bawah.

A. Pendahuluan

1. Latar Belakang Masalah

Semua  orang  pasti  sepakat  bahwa  untuk  menggapai  kesuksesan  harus memiliki “kecerdasan”. Tetapi seringkali kecerdasan yang dimaksudkan adalah kecerdasan intelektual (Intelectual/Intelegency Quotient-IQ) saja.  IQ dianggap sebagai barometer kecerdasan bahkan kesuksesan seseorang sehingga tes IQ sering digunakan sebagai alat untuk menyeleksi calon siswa atau menyeleksi calon karyawan.

Dalam rentang waktu dan sejarah yang panjang, manusia pernah sangat mengagungkan kemampuan otak dan daya nalar (IQ), bahkan sampai saat ini. Kemampuan berfikir dianggap sebagai primadona. Potensi diri yang lain diabaikan. Pola pikir dan cara pandang yang demikian telah melahirkan manusia terdidik dengan otak yang cerdas tetapi sikap, perilaku dan pola hidup sangat kontras dengan kemampuan intelektualnya. Banyak orang yang cerdas secara akademik tetapi gagal dalam pekerjaan dan kehidupan sosialnya. Mereka memiliki kepribadian yang terbelah. Di mana tidak terjadi integrasi antara otak dan hati. Kondisi tersebut pada gilirannya menimbulkan krisis multidimensi yang sangat memprihatinkan.

Fenomena tersebut telah menyadarkan kita bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan otak dan daya pikir semata, malah lebih banyak ditentukan oleh kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ). Tentunya ada yang salah dalam pola pembangunan SDM selama ini, yakni terlalu mengedepankan IQ dengan mengabaikan EQ dan SQ. Oleh karena itu kondisi demikian sudah waktunya diakhiri, di mana pendidikan harus diterapkan secara seimbang, dengan memperhatikan dan memberi penekanan yang sama kepada IQ, EQ dan SQ. Hal inilah yang melatar belakangi pembuatan makalah ini, dimana seseorang harus mengenal IQ, EQ, SQ dan kemudian menerapkannya dalam kehidupan. Oleh karena itu, kami mengangkat makalah dengan judul “Kecerdasan IESQ; Konsep dan Implementasinya bagi Optimalisasi Perkembangan Peserta Didik”.

2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka dalam makalah ini akan membahas tentang bagaimana konsep kecerdasan IESQ dan implementasinya bagi Optimalisasi perkembangan peserta didik?


Demikian makalah tentang Kecerdasan IESQ; Konsep dan Implementasinya bagi Optimalisasi Perkembangan Peserta Didik, semoga dapat bermanfaat dan bisa membantu dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen. Makalahnya bisa sahabat download pada link di bawah ini.






 

Rabu, 13 Agustus 2014

Guru Dan Pengembangan Kurikulum

Guru Dan Pengembangan Kurikulum - Guru dan kurikulum tak akan pernah lepas dalam dunia pendidikan khususnya pada lingkup sekolah dan lebih khususnya lagi pada proses belajar mengajar. Makalah Guru Dan Pengembangan Kurikulum ini sepertinya makalah ke-sekian yang saya posting di blog ini.

Makalah Guru Dan Pengembangan Kurikulum merupakan makalah kelompok yang di presentasikan di depan kelas, biasanya kami mengumpulkan makalah teman teman untuk bahan semester, dan kali ini saya mempostingnya untuk dibagikan kepada sahabat-sahabat semua.


BAB I
PENDAHULUAN
Guru Dan Pengembangan Kurikulum

A. Latar Belakang

Guru Dan Pengembangan KurikulumKurikulum memegang kedudukan kunci dalam pendidikan, sebab berkaitan dengan arah, isi dan proses pendidikan yang pada akhirnya menentukan macam dan kualifikasi lulusan suatu lembaga pendidikan. Dalam suatu lembaga pendidikan, salah satu tokoh yang memiliki peranan yang begitu penting dalam pengembangan kurikulum adalah guru. Guru merupakan ujung tombak keberhasilan pendidikan yang terlibat langsung dalam mengembangkan, memantau, dan melaksanakan kurikulum sehingga pembelajaran dapat berjalan lancar dan dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

Meskipun ilmu pengetahuan mengalami perkembangan yang cukup pesat, tidak berarti menyurutkan peranan guru. Bahkan, hasil – hasil teknologi tersebut akan menambah beban tugas dan tanggung jawab guru. Oleh karenanya, guru sebagai pelaku utama pendidikan diwajibkan memenuhi kewajibannya sebagai pendidik professional, dan – tentu saja – sebagai pengembang kurikulum.

B. Rumusan Masalah

Beberapa masalah yang akan dijawab dalam makalah ini adalah sebagai berikut.
  • Bagaimanakah makna guru?
  • Bagaimanakah peranan guru dalam pengembangan kurikulum?
  • Bagaimanakah Upaya pembinaan kurikulum bagi guru?
C. Tujuan

Tujuan yang hendak diperoleh dari makalah ini adalah,
  • Menjelaskan makna guru dalam beberapa perspektif.
  • Menjelaskan peranan guru dalam pengembangan kurikulum
  • Menjelaskan guru dan upaya pembinaan kurikulum.


Mudah mudahan dengan adanya makalah "Guru Dan Pengembangan Kurikulum" ini sahabat-sahabat semua dapat terbantu dan dapat menyelesaikan tugas kampus semuanya, jika ada yang kurang dengan makalah ini silahkan sahabat semua komentari di bawah ini. Makalah lengkapnya bisa di download di bawah ini





Minggu, 10 Agustus 2014

Seni Kaligrafi dalam Perspektif Arkeologi

Seni Kaligrafi dalam Perspektif Arkeologi - Kaligrafi sebagai kekayaan kebudayaan Islam sering dikenal hanya sebatas sebuah karya seni. Namun, kebanyakan orang belum mengetahui tentang isi dan makna dari seni kaligrafi tersebut. Maka, di sini saya ingin share makalah tentang bagaimana tinjauan kaligrafi dalam kacamata Arkeologi. Dimana pokok persoalan yang diungkap oleh arkeologi dalam hubungannya dengan penelitian agama adalah membuat deskripsi terhadap benda-benda berupa artefak dan non-artefak.

Pendekatan arkeologi di atas selanjutnya bisa pula diterapkan pada seni kaligrafi, yang kerap disebut khat. Penerapan seni kaligrafi ini bisa terlihat pada seni bangunan seperti masjid, mihrab, bingkai atap, mimbar, lengkung tiang dan sebagainya. Selain bahwa kaligrafi juga banyak dijumpai pada makam-makam kuno dan istana serta alat perkakas sehari-hari seperti piring, gelas dan lainnya.
Di bawah ini saya hanya menampilkan Bab I pendahuluan saja, supaya bisa menjadi gambaran tentang isi makalahnya. Selanjutnya sahabat-sahabat bisa mendownload makalah lengkapnya pada link di bawah.


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendekatan arkeologi dalam penelitian agama di Indonesia dalam penelitian terhadap bangunan maupun non-bangunan tidak bisa dilihat dari bentuk dan arsitekturnya semata. Melainkan dari aspek fungsional, struktural, dan behavioral pada konteks masyarakat yang membuatnya.

Penelitian agama dengan pendekatan arkeologi dapat berupa penelitian terhadap Masjid-masjid kuno, bangunan keraton, makam dan kaligrafi. Dari penelitian itu dapat ditemukan aspek-aspek yang berhubungan dengan bidang ilmu sejarah, antropologi maupun filologi. Pendekatan arkeologi terutama terhadap ekplanasi artefak bertanggal yang didapat dari bangunan maupun non-bangunan dapat membantu kronologi kehidupan dan perkembangan masyarakat di masa lampau. Atas dasar kronologi artefak tersebut, dapat disusun kerangka kronologi sejarah masyarakat Muslim Indonesia di masa lampau.

Penelitian keagamaan sebagai sebuah keterkaitan tidak hanya dibantu dengan pendekatan keilmuan keislaman semata, tetapi dibantu dengan ilmu Bantu yang bersifat umum semisal arkeologi. Hal ini merupakan paradigma integrasi-interkoneksi sebagai simbol dari penelitian keagamaan di abad XXI. Arkeologi sendiri memegang peranan yang sangat penting terutama dalam kaitannya dengan penelitian keagamaan dalam bidang sejarah Islam. Proses keilmuan arkeologi memberi peranan yang signifikan dalam menelusuri perjalanan sejarah umat Islam Indonesia. Dengan bantuan arkeologi penelitian sejarah Islam dapat menemukan kronologi perjalanan umat Islam di masa lampau.

Proses integrasi dan interkoneksi keilmuan ini memberi peranan dan sumbangan yang sangat besar ilmu arkeologi terhadap ilmu agama terutama di Indonesia. Dengan pemahaman peran penting hal ini sudah selayaknya penelitian keagamaan di Indonesia diarahkan dengan menggunakan pendekatan arkeologi.

B. Rumusan Masalah
  • Bagaimana pengertian Pendekatan Arkeologi?
  • Bagaimana perkembangan kaligrafi Islam di Indonesia?
  • Bagaimana kaligrafi Islam dalam perspektif Arkeologi?
C. Tujuan
  • Untuk mengetahui pengertian Pendekatan Arkeologi.
  • Untuk mengetahui perkembangan kaligrafi Islam di Indonesia?
  • Untuk mengetahui kaligrafi Islam dalam perspektif Arkeologi?

Semoga dengan adanya makalah tentang "Seni Kaligrafi dalam Perspektif Arkeologi" ini bisa membantu kita dalam memahami berbagai macam kebudayaan-kebudayaan Islam dalam berbagai kacamata. Sehingga sahabat-sahabat bisa lebih arif dalam menilai sesuatu.


Untuk mendownload makalahnya, sahabat bisa klik link download di bawah ini. Mudah-mudah bisa membantu dan bermanfaat.




Minggu, 20 Juli 2014

Jenis-Jenis Penelitian

Jenis-Jenis Penelitian - Pengetahuan tentang metodologi penelitian semakin dirasakan manfaatnya dan telah menjadi kebutuhan pokok bagi mahasiswa dalam menyusun skripsi. Metoodologi penelitian memberikan bekal teori dan terapan kepada mahasiswa dalam rangka memecahkan masalah penelitian dengan pendekatan ilmiah. Makalah ini terdiri dari materi-materi yang berhubungan dengan jenis-jenis penelitian, baik secara umum yang membahas tentang penelitian dasar dan penelitian terapan. Selain itu juga membahas tentang jenis penelitian secara khusus yang dilihat dari tujuan, pendekatan, bidang ilmu, tempat, dan hadirnya variabel.

Semua materi tersebut merupakan pengetahuan mendasar yang sangat penting bagi kelancaran penyusunan skripsi kedepannya. Kami berharap apa yang kami kerjakan mendapat ridho Allah SWT. dan bisa bermanfaat tidak hanya bagi kami pribadi, tetapi juga bagi seluruh civitas akademika.


Berikut sekelumit deskripsi tentang makalah "Jenis-Jenis Penelitian". Untuk bisa mendapatkan makalah lengkapnya, bisa sahabat mendownloadnya.


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Studi tentang metodologi penelitian pendidikan merupakan materi mendasar dalam mempelajari penyusunan skripsi. Tentunya materi ini wajib diketahui bahkan harus dikuasai secara mendalam oleh mahasiswa. Atas dasar itulah kami memposting makalah yang berjudul “Jenis-jenis Penelitian”. Selain sebagai bahan studi, makalah ini juga dibuat untuk memenuhi tugas kelompok pada mata kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan Matematika.

B. Rumusan Masalah
  • Apakah yang dimaksud dengan penelitian?
  • Apa sajakah jenis penelitian secara umum?
  • Apa sajakah jenis penelitian secara khusus?
     
C. Tujuan
  • Mengetahui pengertian dari penelitian.
  • Mengetahui jenis penelitian secara umum.
  • Mengetahui jenis penelitian secara khusus.


Semoga dengan hadirnya postingan tentang makalah "Jenis-Jenis Penelitian" ini, bisa membantu dalam menyelesaikan tugas-tugas kampus dan tentunya dapat bermanfaat. Untuk mendownloadnya, tinggal klik link download di bawah ini.




Kamis, 10 Juli 2014

Konsep Dasar Profesionalisme

Konsep Dasar Profesionalisme - Apa sih profesionalisme itu? Mungkin masih banyak sahabat-sahabat yang masih belum mengerti. Sedikit di sini saya jelaskan, bahwa dalam Kamus Besar Indonesia, profesionalisme mempunyai makna; mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau yang profesional. Profesionalisme merupakan sikap dari seorang profesional. Artinya sebuah term yang menjelaskan bahwa setiap pekerjaan hendaklah dikerjakan oleh seseorang yang mempunyai keahlian dalam bidangnya atau profesinya. Menurut Supriadi, penggunaan istilah profesionalisme menunjuk pada derajat penampilan seseorang sebagai profesional atau penampilan suatu pekerjaan sebagai suatu profesi, ada yang profesionalismenya tinggi, sedang dan rendah. Profesionalisme juga mengacu kepada sikap dan komitmen anggota profesi untuk bekerja berdasarkan standar yang tinggi dan kode etik profesinya.


Di bawah ini, saya hanya menampilkan untuk Bab I-nya saja. Untuk bisa mendapatkan makalah lengkapnya bisa sahabat-sahabat mendownloadnya.


BAB I
PENDAHULUAN
Konsep Dasar Profesionalisme

A. Latar Belakang

Pendidikan  adalah  usaha  sadar  yang  dengan  sengaja  dirancangkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam usaha meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan, guru merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan terus-menerus. Pembentukan profesi  guru dilaksanakan  melalui  program  pendidikan  pra-jabatan  maupun program dalam jabatan. Guru adalah salah satu contoh dari sekian jenis profesi, Profesi  adalah  pekerjaan   yang  membutuhkan  pelatihan   dan  penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu, disebut profesional. Walaupun begitu, istilah profesional juga digunakan untuk suatu aktivitas yang menerima bayaran, sebagai lawan kata dari amatir. Menjadi profesional dalam suatu profesi adalah tuntutan yang akhirnya mampu meningkatkan kualitas keprofesian yang kita miliki.

B. Rumusan Masalah
  • Apakah profesi itu?
  • Apa saja Kriteria pekerjaan sebagai profesi?
  • Bagaimana konsep dasar profesionalisme itu?

Dengan adanya makalah "Konsep Dasar Profesionalisme" ini, mudah-mudahan bisa membantu dan tentunya dapat bermanfaat. Untuk mendownload file makalah lengkapnya, klik link Download di bawah ini.



 

    Rabu, 02 April 2014

    Makalah Pendidikan Karakter Anak Bangsa

    Makalah Pendidikan Karakter Anak Bangsa - Gagasan pembangunan bangsa unggul sebenarnya telah ada sejak kemerdekaan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Presiden soekarno menyatakan perlunya nation and character building sebagai bagian integral dari pembangunan bangsa.Beliau menyadari bahwa karakter suatu bangsa yang kuat berperan besar dalam mencapai tingkat keberhasilan dan kemajuan bangsa.

    Karakter/budi pekerti bangsa adalah hal yang unik yang khas yang menjadi unsur pembeda antara bangsa yang satu dengan bangsa lain yang merupakan perpaduan karakter/budi pekerti dari seluruh warga negaranya. Pendidikan Karakter/Budi Pekerti dapat dimaknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan, baik memelihara apa yang baik dan mewujudkan dan menebarkan kebaikan kedalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati.


    Untuk mendownload file lengkapnya klik link Download PDF di bawah ini.





    Senin, 31 Maret 2014

    Makalah Teori Belajar Konstruktivisme

    Makalah Teori Belajar Konstruktivisme - Teori Konstruktivisme didefinisikan sebagai pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Beda dengan aliran behavioristik yang memahami hakikat belajar sebagai kegiatan yang bersifat mekanistik antara stimulus respon, kontruktivisme lebih memahami belajar sebagai kegiatan manusia membangun atau menciptakan pengetahuan dengan memberi makna pada pengetahuannya sesuai dengan pengalamanya.

    Konstruktivisme sebenarnya bukan merupakan gagasan yang baru, apa yang dilalui dalam kehidupan kita selama ini merupakan himpunan dan pembinaan pengalaman demi pengalaman. Ini menyebabkan seseorang mempunyai pengetahuan dan menjadi lebih dinamis.

    Untuk mendownload file lengkapnya, klik link Download PDF di bawah ini.