Translate

BISNIS ONLINE

Sabtu, 18 Oktober 2014

Kebutuhan Anak yang Harus Dipenuhi dalam Tumbuh Kembangnya

Kebutuhan Anak yang Harus Dipenuhi dalam Tumbuh Kembangnya - Pada postingan sebelumnya, membumikan pendidikan telah sedikit menguraikan tentang hahikat perkembangan anak dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Tentunya dalam tumbuh kembang anak pula, anak memiliki kebutuhan-kebutuhan dasar yang harus dipenuhinya. Maka pada kesempatan kali ini, membumikan pedidikan akan share tentang kebutuhan anak yang harus dipenuhi dalam tumbuh kembangnya. Sedikitnya ada 3 (tiga) aspek kebutuhan dasar yang akan diuraikan pada postingan kali ini, yaitu (1) Fisik - Biologis; (2) Kasih Sayang - Emosi; dan (3) Stimulasi atau Rangsangan. Agar tumbuh kembang seorang anak menjadi optimal maka ada beberapa kebutuhan-kebutuhan dasar yang harus dipenuhi yaitu:
FISIK – BIOLOGIS:
  • Nutrisi: yang harus didapat sejak dalam kandungan berupa menu seimbang (protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, air)
  • Imunisasi (sejak lahir hingga 18 tahun) bermanfaat untuk mencegah penyakit hingga sakit berat (Hepatitis B, BCG, DPT, Polio, Campak, HiB, MMR)
  • Kebersihan: badan (cuci tangan, potong kuku, mandi teratur, membersihkan diri setelah BAK/BAB, cuci rambut); makanan dan peralatannya; hygiene dan sanitasi lingkungan rumah, sekolah.
  • Pelayanan kesehatan: pemantauan tumbuh kembang, deteksi dini gangguan tumbuh kembang, melalui pemanfaatan layanan posyandu, puskesmas, dan dokter pribadi.
  • Aktivitas fisik: untuk merangsang hormon pertumbuhan, nafsu makan, proses pengaturan dan penguraian karbohidrat, lemak dan protein; merangsang pertumbuhan otot dan tulang; merangsang perkembangan keterampilan anak.
KASIH SAYANG – EMOSI:
Sejak dalam kandungan hingga dewasa anak harus mendapatkan kasih sayang agar emosinya berkembang, dengan cara:
  • Memberikan rasa nyaman, aman, dan perlindungan
  • Memperhatikan minat, keinginan dan pendapatnya
  • Memberikan contoh (bukan memaksa)
  • Membantu, mendorong dan menghargai
  • Menciptakan suasana gembira
  • Memberikan pemahaman atas kesalahan yang diperbuat anak, bukan dengan mengancam atau menghukum
  • Mengasuh secara demokratik
  • Memperhatikan temperamen yang dimiliki anak (apakah anak itu penurut, susah diatur atau pemalu)
STIMULASI/RANGSANGAN:
Merupakan suatu proses masuknya rangsangan ke otak yang dilakukan secara sadar melalui panca indera secara khusus atau beragam dari lingkungan sekitar yang telah dibuat atau secara alamiah.

Yang pertama memperoleh rangsangan adalah otak untuk membuat hubungan antar sel-sel otak (sinaps). Sejak dalam kandungan usia 6 bulan sudah milyaran sel otak terbentuk namun belum ada hubungan antar sel-sel otak tersebut. Apabila sel-sel otak tersebut diberi rangsangan maka akan terbentuk hubungan yang bermakna, sehingga makin sering dirangsang maka hubungan itu akan semakin kokoh dan semakin banyak variasi rangsangan yang diberikan maka hubungan yang terjadi semakin kompleks/luas dapat merangsang otak kiri dan kanan sehingga berkembang kecerdasan jamaknya.

Adapun aspek-aspek perkembangan yang harus distimulasi adalah fisik melalui gerakan motorik kasar dan halus, kecerdasan, bahasa, seni, sosial emosional, nilai keagamaan dan moral serta kemandirian.

Cara yang dipergunakan untuk menstimulasi anak sangatlah beragam dan itu harus dilakukan setiap saat setiap kali berinteraksi dengan anak. Stimulasi sudah dapat dilakukan sejak janin berusia 23 minggu. Dalam menstimulasi/merangsang anak, pendidik haruslah mengenal sifat-sifat dari otak kiri dan kanan anak didik.

Karakteristik Otak Kiri dan Otak Kanan

Ciri-ciri dari otak kiri adalah:
  • Cara berfikirnya mengerucut (konvergen)
  • Berkaitan dengan angka dan berhitung
  • Rasional
  • Berkaitan dengan tata bahasa, kemampuan membaca dan menulis.
Ciri-ciri dari otak kanan adalah:
  • Cara berfikirnya secara meluas (divergen)
  • Imajinasi
  • Kreativitas
  • Seni
  • Musik
  • Bernyanyi
  • Sosial-emosional
  • Spiritual.
Kebutuhan Anak yang Harus Dipenuhi dalam Tumbuh Kembangnya
Ilustrasi ciri-ciri otak kiri dan otak kanan

Penggunaan otak kanan dan otak kiri secara berimbang dapat mengoptimalkan potensi otak seseorang. Demikian juga dengan adanya perspektif kecerdasan jamak (multiple intelligences). Kecerdasan jamak yang mencakup kecerdasan kinestetik, bahasa, matematika, interpersonal, intrapersonal, musik, spasial, naturalis dan eksistensi juga memberikan pengaruh yang sangat bermakna terhadap pengembangan potensi yang dimiliki seorang anak.

Sekian dan semoga bermanfaat...

Jumat, 17 Oktober 2014

Hakikat Perkembangan Anak dan Faktor yang Mempengaruhinya

Hakikat Perkembangan Anak dan Faktor yang Mempengaruhinya - Penggunaan istilah tumbuh kembang dalam perkembangan seorang manusia memberikan pengertian bahwa sebenarnya ada dua peristiwa penting yang terjadi dengan sifat yang berbeda, namun saling berkaitan dan sulit dipisahkan yaitu pertumbuhan dan perkembangan.

Pertumbuhan (growth) merupakan proses dalam hidup manusia yang terkait dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran organ atau individu. Semua perubahan ini dapat dilihat melalui perubahan dari ukuran berat, panjang, dan besar lingkaran kepala. Perubahan-perubahan ini harus diperhatikan melalui proses pemantauan yang tepat. Adapun alat yang dapat digunakan untuk memantau proses pertumbuhan antara lain adalah Kartu Menuju Sehat yang telah tersebar di puskesmas-puskesmas di seluruh Indonesia.
Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
Sedangkan Perkembangan (development) merupakan proses bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang bersifat lebih kompleks dengan pola yang teratur dan dapat diramalkan, hal ini merupakan hasil dari proses pematangan. Peristiwa perkembangan ini biasanya berkaitan dengan masalah psikologis seperti kemampuan gerak kasar dan halus, intelektual, sosial dan emosional.

Gambar di atas merupakan ilustrasi bagaimana proses perkembangan itu terjadi, diawali dari bayi baru lahir dengan kondisi kemampuan baru bisa telentang saja namun dengan bertambahnya usia serta matangnya otot-otot tubuhnya ia mulai dapat tengkurap dan telentang sendiri kemudian ia akan dapat duduk sendiri dan mulai berdiri setelah cukup kuat ia akan mulai berjalan dan bahkan berani naik sepeda.

Di bawah ini terdapat grafik tahap perkembangan bayi dan balita yang dapat mempermudah orangtua atau guru memantau perkembangan seorang anak.
 
Tahap Perkembangan Bayi dan Balita
Tahap Perkembangan Bayi dan Balita
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan seorang anak terbagi atas:
Faktor dalam diri (internal):
  • Faktor genetik seperti ras, suku bangsa, warna kulit, jenis rambut merupakan faktor yang tidak bisa dirubah atau digantikan.
  • Proses selama kehamilan: nutrisi yang didapat si ibu, penyakit yang diderita, obat-obatan yang dimakan, lingkungan tempat tinggal dll
Faktor lingkungan (eksternal):
  • Nutrisi yang diberikan, penyakit yang diderita setelah lahir, kebersihan lingkungan sekitar, aktivitas fisik yang dilakukan, dan stimulasi yang diberikan.
Perkembangan seorang anak juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti:
Faktor dalam diri (internal):
  • Genetik,potensi kecerdasan dan bakat yang perlu mendapatkan lingkungan yang bisa mengoptimalkan potensi tersebut
  • Proses sejak kehamilan; terjaga kondisi fisik dan mental ibu hamil sehingga janin berkembang dengan baik
Faktor lingkungan (eksternal):
  • Gizi yang diberikan ibu dari mulai dalam kandungan hingga besar, penyakit yang diderita selama hidup, kualitas pengasuhan dari keluarga, hubungan dengan teman, dan sekolah, serta stimulasi yang didapatnya
Demikianlah uraian singkat tentang hakikat perkembangan anak berikut pengaruh-pengaruhnya. Semoga dapat bermanfaat...

Gadget Bisa Menyebabkan Diabetes

Gadget Bisa Menyebabkan Diabetes|Gadget sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyakarakat urban saat ini. Dimana saja dengan mudahnya kita bisa menemukan orang asyik dengan dunianya sendiri, seperti mendengarkan musik, bermain games, dan yang populer adalah update status sosmed melalui perangkat smartphonenya. Di rumah pun kita lebih sering mendapati anak-anak lebih asyik dengan tablet, dengan ipad, dan kompter tentunya, aktivitas yang mereka lakukan tak jauh-jauh dari berinternet ria. Ternyata gaya hidup semacam itu rentan dengan mudah tersranya penyakit diabetes. Kenapa demikian?


Menurut dr Tri Juli Edi Tarigan, Sp.PD, KEMD yang saya kutip dari harian online Detik.Com bahwa "gerak pada tubuh menyebabkan badan anak lebih sehat dibandingkan dengan diam saja di depan komputer atapun gadget. ada penelitiannya, bahwa gadget pada anak-anak menyebabkan penurunan aktivitas sehingga risiko gemuknya lebih besar yang diikuti dengan risiko diabetes tipe 2," begitu kata dokter yang praktik di RS Petamburan, Jakarta  ini, pada acara peluncuran Accu-Check Roche di Hotel Intercontinental Mid Plaza Hotel, Jl Jend Sudirman, Jakarta, seperti ditulis pada kamis (22/5/2014).

Tubuh yang selalu bergerak menyebabkan badan menjadi sehat dibanding dengan tubuh yang hanya diam saja. Karenanya aktivitas bermain gadgjet yang cenderung membuat tubuh menjadi pasif, sangat rentan dengan gangguan kesehatan, salah satunya penyakit diabets.

Menurut para ahli, jika tubuh ini ingin sehat, maka usahakanlah seperti roda sepeda, yang selalu bergerak dan bergerak.

Kamis, 16 Oktober 2014

Prinsip-prinsip Pendekatan dalam Pembelajaran Anak Usia Dini

Prinsip-prinsip Pendekatan dalam Pembelajaran Anak Usia Dini - Pada kesempatan kali ini, membumikan pendidikan akan share mengenai prinsif-prinsif pendekatan dalam pembelajaran anak usia dini. Bahwa dalam dokumen Permendiknas nomor 58 tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini, dinyatakan bahwa “Standar tingkat pencapaian perkembangan berisi kaidah pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini sejak lahir sampai dengan usia enam tahun. Tingkat perkembangan yang diharapkan dapat dicapai anak pada setiap tahap perkembangannya, bukan merupakan suatu tingkat pencapaian kecakapan akademik”.
 
Pendidikan anak usia dini pelaksanaannya menggunakan prinsip-prinsip PAUD sebagai berikut:
Berorientasi pada Kebutuhan Anak
Kegiatan pembelajaran pada anak harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak. Menurut Maslow kebutuhan anak yang sangat mendasar adalah kebutuhan fisik (rasa lapar dan haus), anak dapat belajar apabila tidak dalam kondisi lapar dan haus. Kebutuhan berikutnya adalah kebutuhan keamanan (merasa aman, terlindung dan bebas dari bahaya), dan kebutuhan rasa dimiliki dan disayang (berhubungan dengan orang lain, rasa diterima dan dimiliki).
Kebutuhan Anak
Sesuai dengan Perkembangan Anak
Pembelajaran untuk anak usia dini harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak, baik usia maupun dengan kebutuhan individual anak. Perkembangan anak mempunyai pola tertentu sesuai dengan garis waktu perkembangan. Setiap anak berbeda perkembangannya ada yang cepat ada yang lambat. Oleh karena itu, pembelajaran anak usia dini harus disesuaikan baik lingkup maupun tingkat kesulitannya dengan kelompok usia anak.
Mengembangkan kecerdasan anak
Pembelajaran anak usia dini hendaknya tidak menjejali anak dengan hafalan, tetapi mengembangkan kecerdasaanya. Penelitian di bidang neuroscience (ilmu tentang saraf) menemukan bahwakecerdasan sangat dipengaruhi oleh banyaknya sel saraf otak, hubungan antar sel saraf otak, dan keseimbangan kinerja otak kanan dan otak kiri. Pada saat lahir sel otak sudah terbentuk semua yang jumlahnya mencapai 100-200 miliar, dimana setiap sel dapat membuat hubungan dengan 20.000 sel saraf otak lainnya, atau dengan kata lain dapat membentuk kombinasi 100 miliar x 20.000. Oleh karena itu, anak usia (0-8 Tahun) merupakan usia yang sangat kritis bagi pengembangan kecerdasan anak. Sayangnya, banyak guru, orang tua, dan pendidik anak usia dini yang “mengunci mati” sel otak tersebut untuk menjalankan fungsi kapasitasnya yang tak terhingga (unlimited capacity to learn) (Semiawan, 2004).
Pembelajaran Anak Usia Dini
Stimulasi Kecerdasan Anak Sejak Dini
Oleh karena itu guru dan orang tua perlu memahami teknik stimulasi otak yang tepat untuk mengembangkan kecerdasan anak, bukan sekedar menjejali anak dengan informasi hafalan.
Belajar melalui bermain
Bermain merupakan pendekatan dalam melaksanakan kegiatan pendidikan anak usia dini, dengan menggunakan strategi, metode, materi/bahan, dan media yang menarik agar mudah diikuti oleh anak. Melalui bermain anak diajak untuk berekplorasi (penjajagan), menemukan, dan memanfaatkan benda-benda di sekitarnya.
Belajar dari kongkrit ke abstrak, sederhana ke kompleks, gerakan ke verbal, dan dari sendiri ke sosial
Pembelajaran bagi anak usia dini hendaknya dilakukan secara bertahap, dimulai dari yang kongkrit ke abstrak, dari konsep yang sederhana ke kompleks, dari gerakan ke verbal, dan dari diri sendiri ke sosial. Agar konsep dapat dikuasai dengan baik hendaknya guru menyajikan kegiatan-kegiatan yang berulang-ulang.
Anak sebagai Pembelajar Aktif
Anak melakukan sendiri kegiatan pembelajarannya, sehingga anak aktif, guru hanya sebagai fasilitator atau mengawasi dari jauh.
Anak belajar melalui interaksi sosial dengan orang dewasa dan teman sebaya di lingkungannya
Ketika anak berinteraksi dengan teman sebayanya, maka anak akan belajar, begitu juga ketika anak berinteraksi dengan orang dewasa (guru, orangtua)
Menggunakan lingkungan yang kondusif
Lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa sehingga menarik dan menyenangkan dengan memperhatikan keamanan serta kenyamanan yang dapat mendukung kegiatan belajar melalui bermain.

Pembelajaran Anak Usia Dini
Lingkungan yang Kondusif Menarik Minat Anak
Merangsang kreativitas dan inovasi
Proses kreatif dan inovatif dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan yang menarik, membangkitkan rasa ingin tahu anak, memotivasi anak untuk berpikir kritis, dan menemukan hal-hal baru.
Mengembangkan kecakapan hidup
Pendidikan anak usia dini mengembangkan diri anak secara menyeluruh (the whole child). Berbagai kecakapan dilatihkan agar anak kelak menjadi manusia seutuhnya. Bagian dari diri anak yang dikembangkan meliputi bidang fisik-motorik, intelektual, moral, sosial, emosi, kreativitas, dan bahasa. Tujuannya ialah agar kelak anak berkembang menjadi manusia yang utuh yang memiliki kepribadian dan akhlak yang mulia, cerdas dan terampil, mampu bekerja sama dengan orang lain, mampu hidup berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Mengembangkan kecakapan hidup dapat dilakukan melalui berbagai proses pembiasaan. Hal ini dimaksudkan agar anak belajar untuk menolong diri sendiri (mandiri), disiplin, mampu bersosialisasi, dan memperoleh bekal keterampilan dasar yang berguna untuk kelangsungan hidupnya.
Memanfaatkan potensi lingkungan
Media dan sumber pembelajaran dapat berasal dari lingkungan alam sekitar atau bahan-bahan yang sengaja disiapkan oleh pendidik/guru.
Sesuai dengan kondisi sosial budaya
Pembelajaran anak usia dini harus sesuai dengan kondisi sosial budaya. Apa yang dipelajari anak adalah persoalan nyata sesuai dengan kondisi dimana anak berada. Berbagai objek yang ada disekitar anak, kejadian, dan isu-isu yang menarik dapat diangkat sebagai tema persoalan belajar.
Stimulasi secara holistik
Pembelajaran anak usia dini sebaiknya bersifat terpadu atau holistik. Anak tidak belajar mata pelajaran tertentu, seperti IPA, Matematika, Bahasa secara terpisah, tetapi fenomena dan kejadian yang ada disekitarnya. Melalui bermain dengan air anak dapat belajar berhitung (matematika), mengenal sifat-sifat air (IPA), menggambar air mancur (seni), dan fungsi air untuk kehidupan (IPS).

Sekian, semoga bermanfaat...
 

Pandangan Froebel dan J.J Rousseau Tentang Pendidikan Anak Usia Dini

Pandangan Froebel dan J.J Rousseau Tentang PAUD - Froebel yang bernama lengkap Friendrich Wilheim August Froebel, lahir di Jerman pada tahun 1782 dan wafat pada tahun 1852. Pandangannya tentang anak banyak dipengaruhi oleh Pestalozzi serta para filsuf Yunani. Froebel memandang anak sebagai individu yang pada kodratnya bersifat baik. Sifat yang buruk timbul karena kurangnya pendidikan atau pengertian yang dimiliki oleh anak tersebut. Setiap tahap perkembangan yang dialami oleh anak harus dipandang sebagai suatu kesatuan yang utuh. Anak memiliki potensi, dan potensi itu akan hilang jika tidak dibina dan dikembangkan.

Tahun-tahun pertama dalam kehidupan seorang anak amatlah berharga serta akan menentukan kehidupannya di masa yang akan datang. Oleh karena itu masa anak merupakan masa emas (The Golden Age) bagi penyelenggaraan pendidikan. Masa anak merupakan fase/tahap yang sangat fundamental bagi perkembangan individu karena pada fase/tahap inilah terjadinya peluang yang cukup besar untuk pembentukan dan pengembangan pribadi seseorang.

Pendidikan keluarga sebagai pendidikan pertama bagi anak dalam kehidupannya, sangatlah penting, karena kehidupan yang dialami oleh anak pada masa kecilnya akan menentukan kehidupannya di masa depan.

Pandangan Froebel dan J.J Rousseau Tentang Pendidikan Anak Usia Dini

Froebel memandang pendidikan dapat membantu perkembangan anak secara wajar. Ia menggunakan taman sebagai simbol dari pendidikan anak. Apabila anak mendapatkan pengasuhan yang tepat, maka seperti halnya tanaman muda akan berkembang secara wajar mengikuti hukumnya sendiri. Pendidikan taman kanak-kanak harus mengikuti sifat dan karakteristik anak. Oleh sebab itu bermain dipandang sebagai metode yang tepat untuk membelajarkan anak, serta merupakan cara anak dalam meniru kehidupan orang dewasa di sekelilingnya secara wajar. Froebel memiliki keyakinan tentang pentingnya belajar melalui bermain.

Pandangan J.J. Rousseau

Jean Jacques Rousseau yang hidup antara Tahun 1712 sampai dengan tahun 1778, Dilahirkan di Geneva, Swiss, tetapi sebagian besar waktunya dihabiskan di Perancis. Rousseau menyarankan konsep “kembali ke alam” dan pendekatan yang bersifat alamiah dalam pendidikan anak. Bagi Rousseau pendekatan alamiah berarti anak akan berkembang secara optimal, tanpa hambatan.

Menurutnya pula bahwa pendidikan yang bersifat alamiah menghasilkan dan memacu berkembangnya kualitas semacam kebahagiaan, spontanitas dan rasa ingin tahu. Rousseau percaya bahwa walaupun kita telah melakukan kontrol terhadap pendidikan yang diperoleh dari pengalaman sosial dan melalui indera, tetapi kita tetap tidak dapat mengontrol pertumbuhan yang sifatnya alami.

Untuk mengetahui kebutuhan anak, guru harus mempelajari ilmu yang berkaitan dengan anak-anak. Tujuannnya adalah agar guru dapat memberikan pelajaran yang sesuai dengan minat anak. Jadi yang menjadi titik pangkal adalah anak. Tujuan pendidikan menurut gagasan Rousseau adalah membentuk anak menjadi manusia yang bebas.

Rousseau memiliki keyakinan bahwa seorang ibu dapat menjamin pendidikan anaknya secara alamiah. Ia berprinsip bahwa dalam mendidik anak, orang tua perlu memberi kebebasan pada anak agar mereka dapat berkembang secara alamiah.

Demikian uraian singkat mengenai pandangan Froebel dan J.J. Rousseau tentang pendidikan anak usia dini. Semoga dapat dimengerti dan tentunya dapat bermanfaat dalam membelajarakan anak.

Rabu, 15 Oktober 2014

Contoh Surat Pernyataan Aktif Mengajar/Surat Melaksanakan Tugas Guru

Contoh Surat Pernyataan Aktif Mengajar/Surat Melaksanakan Tugas Guru| Bagi rekan-rekan Guru yang kebetulan memiliki tugas tambahan sebagai OPS alias operator sekolah, format surat pernyataan aktikf mengajar berikut bermanfaat untuk dijadikan contoh untuk membuat surat pernyataan mengajar guru di sekolah tempat rekan-rekan guru bekerja. Surat pernyataan aktif mengajar/surat melaksanakan tugas guru adalah surat tugas bagi guru yang dibuat oleh kepala sekolah dan diketahui oleh pengawas pembina atau kepala UPT, fungsinya sebagai surat tugas dan legalitas mengajar guru.


Dibawah ini contoh surat pernyataan aktif mengajar yang dibagi rekan guru lainnya dalam blog pribadinya. Surat tersebut nantinya tinggal disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing, tinggal edit kop, alamat, dan identitas sekolah masing-masing lainnya.

Unduh contoh surat:
  1.  Contoh Surat Pernyataan Aktif Mengajar\
  2. Surat melaksanakan tugas mengajar (kemenag)
Demikian info kali ini mudah-mudahan bermanfaat. Terimakasih kepada admin blog yang sudah berbagi Contoh Surat Pernyataan Aktif Mengajar/Surat Melaksanakan Tugas Guru tersebut yang saya jadikan bahan utama post kali ini.

Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Ki Hadjar Dewantara

Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Ki Hadjar Dewantara - Nama aslinya adalah Suwardi Suryaningrat lahir pada tanggal 2 Mei 1889. Ki Hadjar memandang anak sebagai kodrat alam yang memiliki pembawaan masing-masing serta kemerdekaan untuk berbuat serta mengatur dirinya sendiri. Akan tetapi kemerdekaan itu juga sangat relatif karena dibatasi oleh hak-hak yang patut dimiliki oleh orang lain.

Anak memiliki hak untuk menentukan apa yang baik bagi dirinya, sehingga anak patut diberi kesempatan untuk berjalan sendiri, dan tidak terus menerus dicampuri atau dipaksa. Pamong hanya boleh memberikan bantuan apabila anak menghadapi hambatan yang cukup berat dan tidak dapat diselesaikan.

Hal tersebut merupakan cerminan dari semboyan “tut wuri handayani”. Ki Hadjar juga berpandangan bahwa pengajaran harus memberi pengetahuan yang berfaedah lahir dan batin, serta dapat memerdekakan diri. Kemerdekaan itu hendaknya diterapkan pada cara berfikir anak yaitu agar anak tidak selalu diperintahkan atau dicekoki dengan buah pikiran orang lain saja tetapi mereka harus dibiasakan untuk mencari serta menemukan sendiri berbagai nilai pengetahuan dan keterampilan dengan menggunakan pikiran dan kemampuannya sendiri.

Uraian di atas memperlihatkan bahwa Ki Hadjar memandang anak sebagai individu yang memiliki potensi untuk berkembang, sehingga pemberian kesempatan yang luas bagi anak untuk mencari dan menemukan pengetahuan, secara tidak langsung akan memberikan peluang agar potensi yang dimiliki anak dapat berkembang secara optimal.

Ki Hadjar Dewantara menjelaskan bahwa anak lahir dengan kodrat atau pembawaannya masing-masing. Kekuatan kodrati yang ada pada anak ini tiada lain adalah segala kekuatan dalam kehidupan batin dan lahir anak yang ada karena kekuasaan kodrat (karena faktor pembawaan atau keturunan yang ditakdirkan secara ajali). Kodrat anak bisa baik dan bisa pula sebaliknya. Kodrat itulah yang akan memberikan dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Ki Hadjar Dewantara
Bapak Pendidikan Nasional
Dengan pemahaman seperti di atas, Dewantara memandang bahwa pendidikan itu sifatnya hanya menuntun bertumbuhkembangnya kekuatan-kekuatan kodrati yang dimiliki anak. Pendidikan sama sekali tidak mengubah dasar pembawaan anak, kecuali memberikan tuntunan agar kodrat-kodrat bawaan anak itu bertumbuhkembang ke arah yang lebih baik.

Pendidikan berfungsi menuntun anak yang berpembawaan tidak baik menjadi lebih berkualitas lagi di samping untuk mencegahnya dari segala macam pengaruh jahat. Dengan demikian, tujuan pendidikan itu adalah untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak agar ia sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaaan yang setinggi-tingginya dalam hidupnya.

Demikian uraian singkat mengenai pendidikan anak usia dini menurut Ki Hajar Dewantara. Semoga kita sebagai generasi penerus beliau selalu dapat menjungjung tinggi cita-cita beliau dalam membelajarkan anak didik kita. Terakhir mudah-mudahan postingan ini dapat bermanfaat.

Inilah Panduan Penilaian dan Pengisian Raport Sekolah Dasar Kurikulum 2013

Inilah Panduan Penilaian dan Pengisian Raport Sekolah Dasar Kurikulum 2013| Bagi kawan-kawan yang mengajar sebagai Guru kelas di sekolah dasar (SD) yang saat ini masih bingung dengan format penilaian, dan bingung pula dalam proses pengisian / penulisan raport untuk siswa, berikut beberapa hal teknis yang bisa di jadikan panduan bagaimana proses penilaian sampai kepada proses pengisisan / penulisan raport SD di kurikulum 2013.


Panduan berikut di buat sebagai acuan proses pengambilan niliai / penilaian, sampai kepada proses penulisan raport. Karena kita tahu, sampai saat ini masih banyak guru yang mengatakan "bingung" bagaimana cara melakukan penialian, bahkan banyak pula yang langsung mengatakan "mabok" ketika membahasa proses pengisian raport.

Akhirnya direktorat pembinaan sekolah dasar, direktorat jenderal pendidikan dasar, kementerian pendidikan dan kebudayaan mengeluarkan Panduan Penilaian dan Pengisian Raport Sekolah Dasar Kurikulum 2013, sebagai acuan guru,  kepala sekolah, pengawas, para pembina pada Dinas Pendidikan, orang tua, serta masyarakat dalam melaksanakan, membina, dan memfasilitasi pelaksanaan Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar.

Dalam panduan teknis Panduan Penilaian dan Pengisian Raport Sekolah Dasar Kurikulum 2013 ini berisi:
  • 1. Kurikulum 2013 sekolah dasar
  • 2. Panduan teknis memahami buku guru dan buku siswa sekolah dasar
  • 3. Panduan teknis penyusunan rpp di sekolah dasar.
  • 4. Panduan teknis pembelajaran dan penilaian di sekolah dasar.
  • 5. Panduan teknis penilaian dan pengisian rapor di sekolah dasar.
  • 6. Panduan teknis pembelajaran remedial dan pengayaan di sekolah dasar
  • 7. Panduan praktis orang tua dalam mendampingi peserta didik.
  • 8. Panduan teknis pengembangan muatan lokal di sekolah dasar.
  • 9. Panduan teknis kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dasar
  • 10. Panduan teknis transisi ktsp ke kurikulum 2013 di sekolah dasar
Panduan bisa langsung di unduh lengkap pada link berikut:
Panduan Penilaian dan Pengisian Raport Sekolah Dasar Kurikulum 2013

Demikian info mengenai panduan teknis bagaimana guru seharusnya melakkan proses penilaian sampai kepada hasil akhir yang di tulis dalam bentuk laporan nilai pada raport kurikulum 2013. Semoga bermanfaat. Terimakasih kepada admin blog dadangjsn yang telah berbagi info ini sebagai sumber utama post kali ini.


Selasa, 14 Oktober 2014

Pandangan Jean Piaget dan Lev Vigotsky Tentang PAUD

Pandangan Jean Piaget dan Lev Vigotsky Tentang PAUD - Pandangan konstruktivis dimotori oleh dua orang ahli psikilogi yaitu Jean Piaget dan Lev Vigotsky. Pada dasarnya paham konstruktivis ini mempunyai asumsi bahwa anak adalah pembangun pengetahuan yang aktif. Anak mengkonstruksi/ membangun pengetahuannya berdasarkan pengalamannya. Pengetahuan tersebut diperoleh anak dengan cara membangunnya sendiri secara aktif melalui interaksi yang dilakukannya dengan lingkungan.

Menurut paham ini anak bukanlah individu yang bersifat pasif, yang hanya menerima pengetahuannya dari orang lain. Anak adalah makhluk belajar yang aktif yang dapat mengkreasi/mencipta dan membangun pengetahuannya sendiri.

Para ahli konstruktif meyakini bahwa pembelajaran terjadi saat anak memahami dunia di sekeliling kita mereka. Pembelajaran menjadi proses interaktif yang melibatkan teman sebaya anak, orang dewasa dan lingkungan. Anak membangun pemahaman mereka sendiri terhadap dunia. Mereka memahami apa yang terjadi di sekeliling mereka dengan mensintesa pengalaman-pengalaman baru dengan apa yang telah mereka pahami sebelumnya.

Contoh berikut ini akan membantu Anda untuk memahami pandangan ini. Seorang anak TK yang keluarganya memiliki seekor anjing berjalan-jalan dengan mengendarai mobil bersama keluarganya. Mereka melintasi seekor sapi di suatu lapangan. Anak itu menunjuk dan mengatakan “anjing”. Orang tuanya memberitahukan anak tersebut bahwa binatang tersebut bukanlah seekor anjing melainkan sapi dan bahwa sapi berbeda dengan anjing. Informasi yang baru tersebut akan dicerna dengan apa yang telah diketahui dan penyesuaian mental akan terbentuk.

Meskipun anak harus membangun sendiri pemahaman, pengetahuan, dan pembelajaran mereka, peran orang dewasa sebagai fasilitator dan mediator sangatlah penting.

Berdasarkan asumsi tadi nampak bahwa pendekatan ini menekankan pada pentingnya keterlibatan anak dalam proses pembelajaran. Untuk itu maka guru harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, akrab, dan hangat melalui kegiatan bermain maupun berinteraksi dengan lingkungan sehingga dapat merangsang partisipasi aktif dari anak.

Pandangan Jean Piaget & Lev Vygotsky tentang Pendidikan Anak
Pandangan Jean Piaget & Lev Vygotsky tentang Pendidikan Anak
Piaget dan Vigotsky sama-sama menekankan pada pentingnya aktivitas bermain sebagai sarana untuk pendidikan anak, terutama yang berkaitan dengan pengembangan kapasitas berfikir. Lebih jauh mereka berpendapat bahwa aktivitas bermain juga dapat menjadi akar bagi perkembangan perilaku moral. Hal itu terjadi ketika dihadapkan pada suatu situasi yang menuntut mereka untuk berempati serta memenuhi aturan dan perannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Interaksi yang dilakukan anak dengan lingkungan sekitarnya, baik itu orang dewasa maupun anak-anak yang lainnya dapat memberikan bekal yang cukup berharga bagi anak, karena dapat membantu mengembangkan kemampuan berbahasa, berkomunikasi serta bersosialisasi, dan yang tidak kalah pentingnya adalah melalui interaksi tersebut anak akan belajar memahami perasaan orang, menghargai pendapat mereka, sehingga secara tidak langsung anak juga berlatih mengekspresikan/menunjukkan emosinya.

Semoga Bermanfaat...

Daftar Nama Universitas di Australia dan Program Beasiswa ke Australia

Daftar Nama Universitas di Australia dan Program Beasiswa ke Australia| Siapa yang ingin kuliah di Australia? Kalau ada yang bertanya seperti itu saya duluan yang mengacungkan tangan. Nah, sebelum buru-buru mengacungkan tangan, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu nama-nama universitas di Ausie sana, mencari referensi singkatnyanya terlebih dahulu, dan bagi yang mau nyoba program beasiswa ke Australia juga mesti mencari tahu terlebih dahulu program beasiswa apa saja yang bisa mengantarkan kita ke universitas di Australia sana. Berikut kita akan berkenalan dengan beberapa nama Universitas di Australia dan beberapa program beasiswa ke Australia sana.


Berikut daftar nama-nama Universitas di Australia yang lis rilisnya saya peroleh dari LPDP Departemen Keungan. Linknya bisa di unduh disini. Yang lebih lengkap bisa baca di wikipedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_universitas_di_Australia

Lebih lengkap lagi, daftar nama-nama Universitas di Australia beserta alamat websitenya bisa di unduh pada link berikut: Daftar nama universitas di Australia dan alamat webnya

Tapi Inti Colege Indonesia merilis 15 Universitas di Australia, ke-15 Universitas tersebut dianggap sebagai universitas terbaik. Berikut rilis 15 universitar terbaik di Australia veris Inti.ac.id
1. University of Tasmania (www.utas.edu.au)
2. Charles Sturt University (www.csu.edu.au)
3. University of Wollongong (www.uow.edu.au)
4. The University of Western Australia (www.uwa.edu.au)
5. The University of Queensland (www.uq.edu.au)
6. The University of Adelaide (www.adelaide.edu.au)
7. RMIT University (www.rmit.edu.au)
8. Macquarie University (mq.edu.au)
9. Deakin University (www.deakin.edu.au)
10. Curtin University of Technology (www.curtin.edu.au)
11. The Australian National University (www.anu.edu.au)
12. The University of New South Wales (www.unsw.edu.au)
13. The University of Melbourne (www.unimelb.edu.au)
14. The University of Sydney (sydney.edu.au)
15. Monash University (www.monash.edu.au)

Program Beasiswa ke Australia
Biasanya Australia menyediakan beasiswa ke Australia bagi Indonesia yakni dari kalangan instansi pemerintahan atau BUMN. Jadi beruntung sekali kalau anda saat ini menjadi dosen di perguruan tinggi negeri, karena kesempatan untuk bisa kuliah di Australia lebih terbuka berkat di fasilitasi pemerintah tadi. Tapi bukan berarti yang bukan dosen tertutup kesempatannya, banyak kok program beasiswa ke Australia, salah satunya beasiswa award.

Baca lebih lengkap mengenai Beasiswa Award di situs ini: http://aid.dfat.gov.au/australia-awards/Pages/how-to-apply.aspx

Dan info program beasiswa ke Australia lainnya bisa searching di Google, ada banyak sekali program-program beasiswa yang di fasilitasi negara maupun lembaga lainnya.

Demikian info mengenai daftar universitas di Australia dan program beasiswa ke Australia, mudah-mudahan bermanfaat. Terimakasih kepada admin blog revolsirait.com, inti.ac.id,  yang saya jadikan sumber referensi utama posting kali ini. Terimakasih...

Pendidikan Anak Usia Dini dalam Perspektif Maria Montessori

Pendidikan Anak Usia Dini dalam Perspektif Maria Montessori - Maria Montessori hidup sekitar tahun 1870-1952. Ia adalah seorang dokter dan ahli tentang manusia yang berasal dari Italia. Pemikiran-pemikiran serta metode yang dikembangkannya masih populer di seluruh dunia. Pandangan Montessori tentang anak tidak terlepas dari pengaruh pemikiran ahli yang lain yaitu Rousseau dan Pestalozzi yang menekankan pada pentingnya kondisi lingkungan yang bebas dan penuh kasih agar potensi yang dimiliki anak dapat berkembang secara optimal.

Montessori memandang perkembangan anak usia prasekolah/TK sebagai suatu proses yang berkesinambungan. Ia memahami bahwa pendidikan merupakan aktivitas diri yang mengarah pada pembentukan disiplin pribadi, kemandirian dan pengarahan diri. Menurut Montessori, persepsi anak tentang dunia merupakan dasar dari ilmu pengetahuan.

Untuk itu ia merancang sejumlah materi yang memungkinkan indera seorang anak dikembangkan. Dengan menggunakan materi untuk mengoreksi diri, anak menjadi sadar terhadap berbagai macam rangsangan yang kemudian disusun dalam pikirannya.

Montessori mengembangkan alat-alat belajar yang memungkinkan anak untuk mengeksplorasi lingkungan. Pendidikan Montessori juga mencakup pendidikan jasmani, berkebun dan belajar tentang alam. Montessori beranggapan bahwa pendidikan merupakan suatu upaya untuk membantu perkembangan anak secara menyeluruh dan bukan sekedar mengajar. Spirit atau nilai-nilai dasar kemanusiaan itu berkembang melalui interaksi antara anak dengan lingkungannya.

Montessori meyakini bahwa ketika dilahirkan, anak secara bawaan sudah memiliki pola perkembangan psikis atau jiwa. Pola ini tidak dapat teramati sejak lahir. Tetapi sejalan dengan proses perkembangan yang dilaluinya maka akan dapat teramati. Anak memiliki motif atau dorongan yang kuat ke arah pembentukan jiwanya sendiri (self construction) sehingga secara spontan akan berusaha untuk membentuk dirinya melalui pemahaman terhadap lingkungannya.

Montessori menyatakan bahwa dalam perkembangan anak terdapat masa peka, suatu masa yang ditandai dengan begitu tertariknya anak terhadap suatu objek atau karakteristik tertentu serta cenderung mengabaikan objek yang lainnya. Pada masa tersebut anak memiliki kebutuhan dalam jiwanya yang secara spontan meminta kepuasan.


Maria Montessori (1870-1952)

Masa peka ini tidak bisa dipastikan kapan timbulnya pada diri seorang anak, karena bersifat spontan dan tanpa paksaan. Setiap anak memiliki masa peka yang berbeda. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa jika masa peka tersebut tidak dipergunakan secara optimal maka tidak akan ada lagi kesempatan bagi anak untuk mendapatkan masa pekanya kembali. Tetapi meskipun demikian, guru dapat memprediksi atau memperkirakan timbulnya masa peka pada seorang anak dengan melihat minat anak pada saat itu.

Berkaitan dengan hal tersebut maka tugas seorang guru adalah mengamati dengan teliti perkembangan setiap muridnya yang berhubungan dengan masa pekanya. Kemudian guru dapat memberikan stimulasi atau rangsangan yang dapat membantu berkembangnya masa peka anak sesuai dengan fungsinya.

Anak memiliki kemampuan untuk membangun sendiri pengetahuannya, dan hal tersebut dilakukan oleh anak mulai dari awal sekali. Gejala psikis atau kejiwaan yang memungkinkan anak membangun pengetahuannya sendiri dikenal dengan istilah jiwa penyerap (absorbent mind). Dengan gejala psikis/kejiwaan tersebut anak dapat melakukan penyerapan secara tidak sadar terhadap lingkungannya, kemudian menggabungkannya dalam kehidupan psikis/jiwanya. Seiring dengan perkembangannya, maka proses penyerapan tersebut akan berangsur disadari.

Demikian uraian mengenai pandangan Maria Montessori tentang pendidikan anak usia dini. Semoga bermanfaat.

Senin, 13 Oktober 2014

Buku Kurikulum 2013 SMA Pegangan Guru dan Siswa

Buku Kurikulum 2013 SMA Pegangan Guru dan Siswa - Pada kesempatan kali ini saya akan share tentang buku kurikulum 2013 yang bisa sahabat-sahabat download pada jenjang SMA. Bahwa implementasi kurikulum dilengkapi dengan buku siswa dan pedoman guru yang disediakan oleh Pemerintah. Strategi ini memberikan jaminan terhadap kualitas isi/bahan ajar dan penyajian buku serta bahan bagi pelatihan guru dalam keterampilan melakukan pembelajaran dan penilaian pada proses serta hasil belajar peserta didik.

Ketersediaan buku kurikulum 2013 ini adalah untuk meringankan beban orangtua karena orangtua tidak perlu membeli buku baru. Dalam rangka implementasi kurikulum ini telah disusun buku:
  • Buku Siswa (substansi pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar)
  • Buku Panduan Guru (panduan pelaksanaan proses pembelajaran dan panduan pengukuran dan penilaian hasil belajar, silabus)
  • Dokumen Kurikulum (struktur kurikulum, standar kompetensi lulusan, kompetensi inti, kompetensi dasar, dan pedoman)
Di bawah ini buku kurikulum 2013 untuk SMA, baik untuk siswa maupun guru yang bisa sahabat-sahabat download.

Buku Kurikulum 2013 SMA Pegangan Guru dan Siswa

Download Buku Kurikulum 2013 SMA

Buku Kurikulum 2013 SMA Kelas X:
Buku Kurikulum 2013 SMA Kelas XI:

Semoga bermanfaat. 

Buku Kurikulum 2013 SMP Pegangan Guru dan Siswa

Buku Kurikulum 2013 SMP Pegangan Guru dan Siswa - Pada kesempatan sebelumnya saya telah share buku kurikulum 2013 untuk jenjang SD. Maka kali ini saya akan share tentang buku kurikulum 2013 yang bisa sahabat-sahabat download pada jenjang SMP. Bahwa implementasi kurikulum dilengkapi dengan buku siswa dan pedoman guru yang disediakan oleh Pemerintah. Strategi ini memberikan jaminan terhadap kualitas isi/bahan ajar dan penyajian buku serta bahan bagi pelatihan guru dalam keterampilan melakukan pembelajaran dan penilaian pada proses serta hasil belajar peserta didik.

Ketersediaan buku kurikulum 2013 ini adalah untuk meringankan beban orangtua karena orangtua tidak perlu membeli buku baru. Dalam rangka implementasi kurikulum ini telah disusun buku:
  • Buku Siswa (substansi pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar)
  • Buku Panduan Guru (panduan pelaksanaan proses pembelajaran dan panduan pengukuran dan penilaian hasil belajar, silabus)
  • Dokumen Kurikulum (struktur kurikulum, standar kompetensi lulusan, kompetensi inti, kompetensi dasar, dan pedoman)
Di bawah ini buku kurikulum 2013 untuk SMP, baik untuk siswa maupun guru yang bisa sahabat-sahabat download.

Buku Kurikulum 2013 SMP Pegangan Guru dan Siswa

Download Buku Kurikulum 2013 SMP

Buku Kurikulum 2013 SMP Kelas VII:
Buku Kurikulum 2013 SMP Kelas VIII:

Semoga bermanfaat.

Minggu, 12 Oktober 2014

Pendidikan Anak Usia Dini dalam Perspektif J.H Pestalozzi

Pendidikan Anak Usia Dini dalam Perspektif J.H Pestalozzi - Johann Heinrich Pestalozzi adalah seorang ahli pendidikan Swiss yang hidup antara 1746-1827. Pestalozzi adalah seorang tokoh yang memiliki pengaruh cukup besar dalam dunia pendidikan. Pestalozzi berpandangan bahwa anak pada dasarnya memiliki pembawaan yang baik. Pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada anak berlangsung secara bertahap dan berkesinambungan. Lebih lanjut ia mengemukakan bahwa masing-masing tahap partumbuhan dan perkembangan seorang individu haruslah tercapai dengan sukses sebelum berlanjut pada tahap berikutnya.

Permasalahan yang muncul dalam suatu tahap perkembangan akan menjadi hambatan bagi individu tersebut dalam menyelesaikan tugas perkembangannya dan hal ini akan memberikan pengaruh yang cukup besar pada tahap berikutnya.

Pestalozzi memiliki keyakinan bahwa segala bentuk pendidikan adalah berdasarkan pengaruh panca indera, dan melalui pengalamanpengalaman tersebut potensi-potensi yang dimiliki oleh seorang individu dapat dikembangkan. Pestalozzi percaya bahwa cara belajar yang terbaik untuk mengenal berbagai konsep adalah dengan melalui berbagai pengalaman antara lain dengan menghitung, mengukur, merasakan dan menyentuhnya.

Pandangannya tentang tujuan pendidikan ialah memimpin anak menjadi orang yang baik dengan jalan mengembangkan semua daya yang dimiliki oleh anak. Ia memandang bahwa segala usaha yang dilakukan oleh orang dewasa harus disesuaikan dengan perkembangan anak menurut kodratnya, sebab pendidikan pada hakekatnya adalah suatu usaha pemberian pertolongan agar anak dapat menolong dirinya sendiri di kemudian hari. Pandangan Pestalozzi tentang anak dapat disimpulkan bahwa anak harus aktif dalam menolong atau mendidik dirinya sendiri. Selain itu perkembangan anak berlangsung secara teratur, maju setahap demi setahap, implikasi atau pengaruhnya adalah bahwa pembelajaranpun harus maju teratur selangkah demi selangkah.

Pendidikan Anak Usia Dini dalam Perspektif J.H Pestalozzi

Selain itu Pestalozzi memandang bahwa keluarga merupakan cikal bakal pendidikan yang pertama, sehingga baginya seorang ibu memiliki tanggung jawab yang cukup besar dalam memberikan dasar-dasar pendidikan yang pertama bagi anak-anaknya. Dari pandangannya tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa lingkungan terutama lingkungan keluarga memiliki andil yang cukup besar dalam membentuk kepribadian seorang anak pada awal kehidupannya. Kasih sayang yang didapatkan anak dalam lingkungan keluarganya akan membantu mengembangkan potensinya.

Dalam pandangan Pestalozzi kecintaan yang diberikan ibu kepada anaknya akan memberikan pengaruh terhadap keluarga, serta menimbulkan rasa terima kasih dalam diri anak. Pada akhirnya, rasa terima kasih tersebut akan menimbulkan kepercayaan anak terhadap Tuhan. Dari uraian di atas, nampak bahwa Pestalozzi menghendaki bentuk pendidikan yang harmonis yang seimbang antara jasmani, rohani, social dan agama.

Demikianlah uraian singkat mengenai pandangan Johann Heinrich Pestalozzi tentang pendidikan anak usia dini. Semoga bermanfaat...

Tujuan dan Ruang Lingkup Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Tujuan dan Ruang Lingkup Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) - Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk satuan pendidikan pada jenjang pendidikan anak usia dini yang pada hakekatnya adalah pendidikan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh atau menekankan pada pengembangan seluruh aspek kepribadian anak.

PAUD adalah pemberian upaya untuk menstimulasi, membimbing, mengasuh dan pemberian kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak (kompetensi).

Tujuan dan Ruang Lingkup PAUD

Tujuan PAUD, pada umumnya tujuan PAUD adalah mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Tujuan PAUD antara lain adalah:
  • Kesiapan anak memasuki pendidikan lebih lanjut
  • Mengurangi angka mengulang kelas
  • Mengurangi angka putus Sekolah (DO)
  • Mempercepat pencapaian Wajib belajar Pendidikan Dasar 9 tahun
  • Meningkatkan Mutu Pendidikan
  • Mengurangi angka buta huruf muda
  • Memperbaiki derajat kesehatan & gizi anak usia dini
  • Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Selain tujuan diatas, menurut UNESCO (2005) tujuan PAUD antara lain berdasarkan beberapa alasan:
  • Alasan Pendidikan: PAUD merupakan pondasi awal dalam meningkatkan kemampuan anak untuk menyelesaikan pendidikan lebih tinggi, menurunkan angka mengulang kelas dan angka putus sekolah.
  • Alasan Ekonomi: PAUD merupakan investasi yang menguntungkan baik bagi keluarga maupun pemerintah
  • Alasan sosial: PAUD merupakan salah satu upaya untuk menghentikan roda kemiskinan
  • Alasan Hak/Hukum: PAUD merupakan hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang dijamin oleh undang-undang.
PAUD juga bertujuan membangun landasan bagi berkembangnya potensi anak agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kritis, kreatif, inovatif, mandiri, percaya diri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Sedangkan Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, dan cakap. (Puskur, Depdiknas: 2007).

Solehuddin (1997) mengemukakan bahwa pendidikan anak usia dini dimaksudkan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal dan menyeluruh sesuai dengan norma dan nilai-nilai kehidupan yang dianut.

Melalui PAUD, anak diharapkan dapat mengembangkan segenap potensi yang dimilikinya antara lain: agama, kognitif, sosial-emosional, bahasa, motorik kasar dan motorik halus, serta kemandirian; memiliki dasar-dasar aqidah yang lurus sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya, memiliki kebiasaan-kebiasaan perilaku yang diharapkan, menguasai sejumlah pengetahuan dan keterampilan dasar sesuai dengan kebutuhan dan tingkat perkembangannya, serta memiliki motivasi dan sikap belajar yang positif.

Tujuan dan Ruang Lingkup PAUD
Mengembangkan Potensi Anak

Sejalan dengan pernyataan di atas, tujuan PAUD adalah untuk mengembangkan seluruh potensi anak (the whole child) agar kelak dapat berfungsi sebagai manusia yang utuh sesuai dengan falsafah suatu bangsa. Anak dapat dipandang sebagai individu yang baru mengenal dunia. Ia belum mengetahui tatakrama, sopan santun, aturan, norma, etika, dan berbagai hal tentang dunia. Ia juga sedang belajar berkomunikasi dengan orang lain dan belajar memahami orang lain. Anak perlu dibimbing agar mampu memahami berbagai hal tentang dunia dan isinya. Ia juga perlu dibimbing agar memahami berbagai fenomena alam dan dapat melakukan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan untuk hidup di masyarakat.
Ruang Lingkup PAUD
Satuan Layanan PAUD, Pendidikan Anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidkan formal, nonformal, dan/atau informal.

Pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal diselenggarakan pada Taman Kanak-kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat, rentang usia anak 4 – 6 tahun. Pendidikan anak usia dini jalur pendidikan nonformal diselenggarakan pada Kelompok Bermain (KB) rentang usia anak 2 – 4 tahun, Taman Penitipan Anak (TPA) rentang usia anak 3 bulan – 2 tahun, atau bentuk lain yang sederajat (Satuan PAUD Sejenis/SPS) rentang usia anak 4 – 6 tahun. Pendidikan anak usia dini jalur pendidikan informal diselenggarakan pada pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan, bagi orangtua yang mempunyai anak usia 0 – 6 tahun.

Sekian uraian tentang tujuan dan ruang lingkup pendidikan anak usia dini (PAUD). Semoga bisa menambah wawasan kita dan dapat bermanfaat.

Cara Membuat Media Pembelajaran Untuk Guru di Kurikulum 2013

Cara Membuat Media Pembelajaran Untuk Guru di Kurikulum 2013| Kurikulum 2013 menuntut guru untuk lebih fokus dalam proses KBM. Dalam proses KBM guru di tuntut lebih kreatif dalam mengembangkan model-model pembelajaran, bereksplorasi, dan selalu update informasi tentang materi-materi yang akan di sampaikan. Buku Guru bukan satu-satunya sumber belajar, melainkan hanya sebersit petunjuk agar guru tidak terlalu meraba-raba dalam proses KBM menggunakan kurikulum 2013. Karenanya membuat media pembelajaran adalah solusi ampuh untuk mengimplementasikan kurikulum baru tersebut, tanpa adanya media, niscaya kurikulum 2013 bisa terealisasikan, apalagi si guru cuma mendapatkan pelatihan kurang dari seminggu. Bagaimanakah cara membuat media pembelajaran di kurikulum 2013?

Untuk membuat media pembelajaran di kurikulum 2013, yang pertama Guru harus menguasai materi terlebih dahulu, kedua guru harus punya pengetahuan terhadap tool yang akan digunakan untuk membuat media pembelajaran, ketiga guru harus mampu menyusun konsep media pembealajaran, ke lima guru harus mengetahui dengan benar bahwa media pembelajaran yang dibuat akan memberikan solusi terhadap pencapaian kompetensi siswa dalam materi tertentu yang dibuatkan medianya.

Ada banyak tool yang bisa digunakan sebagai alat untuk membuat media pembelajaran. Tools tersebut, seperti bahan-bahan di sekitar kita, contohnya kardus, kertas, tanah liat atau clay, dan lain sebagainya. Sedangakan software atau aplikasi yang bisa kita gunakan untuk membuat media pembelajaran, contoh yang paling sederhana adalah Microsoft PowerPoint, yang lainnya bisa flash, adobe ilustrator, lectora, dan lain sebagainya. Banyak sekali tools-tools yang bisa kita gunakan, dan semuanya bisa di dapat melalui pencarian di internet.

Cara paling mudah untuk membuat media pembelajaran, dengan menggunakan chanel youtube. Kita tinggal mendownload video tutorial materi tertentu dan menampilkannya via infokus di kelas.

Atau kita bisa membuat secara mandiri, dengan mendownload video tertentu yang berhubungan dengan materi pelajaran, kemudian kita cut adegan tertentu yang sesuai dengan materi, adegan yang sudah di cut tersebut kemudian kita convert menjadi file Gif, dan hasil convert tersebut kita masukan kedalam slide powerpoint dengan menambahkan keterangan tertentu sesuai materi ajar. Jika ingin lebih menarik, kita bisa menyusunnya dalam banyak timeline menggunakan software video editing gratisan, mendubing, dan menyisipkan efek lainnya.

Semuanya tinggal bagaimana kemauan si guru, mau membuat media belajar, mau mencoba beberapa aplikasi dan mencobanya untuk sebuah media pembelajaran yang lebih menarik.

Selamat mencoba!


Sabtu, 11 Oktober 2014

Beberapa Pandangan Pakar Tentang Pentingnya PAUD

Beberapa Pandangan Pakar Tentang Pentingnya PAUD - Konsep keilmuan PAUD bersifat isomorfis, artinya kerangka keilmuan PAUD dibangun dari interdisiplin ilmu yang merupakan gabungan dari beberapa displin ilmu, diantaranya: psikologi, fisiologi, sosiologi, ilmu pendidikan anak, antropologi, humaniora, kesehatan, dan gizi serta neuro-sains atau ilmu tentang perkembangan otak manusia (Yuliani, 2009: 10).

Berdasarkan tinjauan secara psikologi dan ilmu pendidikan, masa usia dini merupakan masa peletakan dasar atau fondasi awal bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Apa yang diterima anak pada masa usia dini, apakah itu makanan, minuman, serta stimulasi dari lingkungannya memberikan kontribusi yang sangat besar pada pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa itu dan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya.

Pertumbuhan dan perkembangan anak tidak dapat dilepaskan kaitannya dengan perkembangan struktur otak. Dari segi empiris banyak sekali penelitian yang menyimpulkan bahwa pendidikan anak usia dini sangat penting, karena pada waktu manusia dilahirkan, menurut Clark (dalam Yuliani, 2009) kelengkapan organisasi otaknya mencapai 100 – 200 milyard sel otak yang siap dikembangkan dan diaktualisasikan untuk mencapai tingkat perkembangan optimal, tetapi hasil penelitian menyatakan bahwa hanya 5% potensi otak yang terpakai karena kurangnya stimulasi yang berfungsi untuk mengoptimalkan fungsi otak.

Usia dini (lahir – 6 tahun) merupakan masa perkembangan dan pertumbuhan yang sangat menentukan bagi anak di masa depannya atau disebut juga masa keemasan (the golden age) namun sekaligus periode yang sangat kritis yang menentukan tahap pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya.

Hasil penelitian/kajian ilmiah di bidang Neorologi oleh Osbon, White, Bloom menyatakan bahwa: perkembangan intelektual/ kecerdasan anak pada usia:
0 – 4 tahun mencapai 50 %
0 – 8 tahun mencapai 80 %
0 – 18 tahun mencapai 100 %
Perkembangan Intelektual Anak

Sedangkan pertumbuhan fisik otak anak pada usia:
0 tahun mencapai 25 %
6 tahun mencapai 85 %
12 tahun mencapai 100 %
Perkembangan Jaringan Otak

Jadi anggapan bahwa pendidikan baru bisa dimulai setelah usia SD tidak benar, bahkan pendidikan yang dimulai pada usia TK (4-6 tahun) pun sebenarnya sudah terlambat.

Demikian uraian singkat bagaimana pandangan pakar tentang pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).  Semoga dapat bermanfaat.